MANADOPOST.ID – Ada momen penuh makna di balik gelar three-peat SMA Eben Haezar Manado pada Honda DBL with Kopi Good Day 2025 North Sulawesi. Selebrasi epik seorang ayah yang menggendong anaknya kembali terekam di panggung DBL.
Sosok itu adalah Herry Tri Haryanto Tumuwo, atau akrab disapa Coach Herry, bersama putra tunggalnya Gave Tumuwo. Uniknya, momen itu sudah tiga musim berturut-turut mereka rayakan: 2023, 2024, hingga 2025.
Di musim 2023, Coach Herry menjadi pelatih tim putri Eben Haezar. Usai membawa timnya juara, ia menyaksikan tim putra Eben Haezar ikut menutup kemenangan, bahkan Gave yang saat itu rookie, terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP).
Musim 2024, Herry berperan sebagai asisten pelatih tim putra. Gelar juara kembali diraih setelah menang tipis 52-50 atas MIS. Selebrasi khas menggendong Gave pun terulang, ditambah kebanggaan karena putranya masuk First Team DBL Camp.
Tahun ini, momen itu kembali hadir. Namun Herry hanya berstatus sebagai companion parent. Meski begitu, rasa bangga tetap membuncah saat Eben Haezar sukses mencatatkan three-peat DBL Manado. “Sebagai orang tua, ini kebanggaan luar biasa,” ujarnya.
Bagi Herry, tantangan terberat justru saat harus bersikap adil kepada Gave. “Kalau dia salah, tetap saya tegur, sama seperti pemain lain. Itu yang saya tekankan ke dia,” katanya. Menurutnya, Gave memahami hal itu, meski sang mama sering bercanda protes melihat anaknya dimarahi.
Kini, pasangan Herry dan istrinya Junjun Elcid Jacob tengah bersiap melepas Gave yang akan melanjutkan studi sekaligus karier basket di luar Manado. Sejumlah tawaran beasiswa bahkan sudah menghampiri sang bintang muda.
“Selalu saya tekankan, pendidikan harus nomor satu. Jadikan basket sebagai jalan untuk meraih masa depan,” pesan Coach Herry.
Momen ayah-anak ini menjadi bukti nyata tagline DBL: More Than Basketball, It’s a Story. (*)
Editor : Jasinta Bolang