Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kunjungi FISH Unima, BPK Wilayah 17 SulutGo Jadi Wujud Nyata Pemerintah Dekatkan Program Kebudayaan

Jasinta Bolang • Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:13 WIB
Dialog Interaktif: Kiat Sukses Memperoleh Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan yang digelar di Universitas Negeri Manado, Rabu (22/10). (dok. Istimewa)
Dialog Interaktif: Kiat Sukses Memperoleh Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan yang digelar di Universitas Negeri Manado, Rabu (22/10). (dok. Istimewa)

MANADOPOST.ID - Langkah nyata dilakukan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam mendekatkan program pemerintah ke generasi muda.

Melalui Dialog Interaktif bertema “Kiat Sukses Memperoleh Dana Bantuan Pemerintah Bidang Kebudayaan”, BPKW 17 hadir langsung di Universitas Negeri Manado untuk menyosialisasikan peluang pendanaan dan peran mahasiswa dalam pemajuan kebudayaan.

Kegiatan yang digelar di Lobby Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) UNIMA, Rabu (22/10), menghadirkan suasana dinamis antara pemerintah dan sivitas akademika.

Melalui dialog terbuka, mahasiswa mendapat pemahaman langsung mengenai program Dana Indonesiana dan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan. Dua program ini merupakan skema pendanaan besar dari Kementerian Kebudayaan RI yang mendukung inovasi dan pelestarian budaya lokal.

Sri Sugiharta, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17 SulutGo saat menyampaikan sambutan secara zoom dalam dialog interaktif di Unima, (22/10). (dok:Istimewa)
Sri Sugiharta, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 17 SulutGo saat menyampaikan sambutan secara zoom dalam dialog interaktif di Unima, (22/10). (dok:Istimewa)

Kepala BPK Wilayah XVII, Sri Sugiharta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di ruang akademik.

“Kami ingin menjembatani mahasiswa dengan program kebudayaan yang ada di kementerian. Tidak hanya lewat pengumuman di media, tapi dengan datang langsung dan berdialog,” ujarnya.

Menurut Sri, mahasiswa adalah kelompok strategis yang perlu memahami mekanisme pendanaan kebudayaan sejak dini agar bisa berperan aktif menjaga dan mengembangkan budaya daerah.

Kehadiran BPK di kampus mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku baru mengetahui bahwa pemerintah memiliki program pendanaan khusus untuk karya budaya.

“Biasanya kami hanya dengar dari media sosial, tapi kali ini dijelaskan langsung. Jadi terasa lebih dekat dan mudah dipahami,” ungkap salah satu mahasiswa peserta kegiatan ini, saat ditemui usai acara.

Sementara, salah satu dosen Unima, menilai pendekatan langsung seperti ini lebih efektif dibanding sosialisasi daring.

"Kami merasa termotivasi untuk menyiapkan diri lebih awal agar bisa mendapatkan bantuan ini. Kegiatan ini sangat membantu kami, kami bisa langsung tanya hal-hal teknis tentang proposal dan RAB. Rasanya pemerintah jadi lebih terbuka dan peduli dengan ide dari kampus,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para penerima FPK dan Dana Indonesiana untuk berbagi pengalaman. Mereka menunjukkan bahwa bantuan kebudayaan bukan sekadar program formal, tetapi peluang nyata bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi, dan memperkenalkan budaya daerah ke tingkat nasional.

Lewat video yang diputar selama kegiatan, peserta juga dapat melihat bagaimana proyek-proyek budaya terdahulu berhasil diwujudkan dengan dukungan dana pemerintah mulai dari pementasan seni, festival budaya, hingga dokumentasi warisan sejarah dalam bentuk digital.

BPK Wilayah XVII berharap langkah turun langsung ke kampus ini bisa menjadi contoh bagi lembaga kebudayaan lain dalam memperkuat literasi budaya di kalangan muda.

Melalui kegiatan ini, BPK Wilayah XVII menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan program pemerintah ke ruang-ruang pendidikan. Sebab, dari kampuslah ide-ide segar untuk masa depan kebudayaan Indonesia bisa lahir. (*)

Editor : Jasinta Bolang
#kebudayaan #sulutgo #sulawesi utara #Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII #Unima