MANADOPOST.ID- Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus bertemu dengan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia Laksdya TNI Irvansyah. Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (4/11).
Salah satunya terkait dengan posisi Sulawesi Utara yang menjadi ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka Gubernur berharap pengawasan maritim di perbatasan laut yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina.
Dirinya mengungkap keprihatinan atas mulai maraknya penyelundupan dan illegal fishing. "Pengawasan yang ketat perlu ditingkatkan. Ini guna untuk mencegah kegiatan ilegal," tegasnya berharap sinergi dan kolaborasi antara Bakamla, aparat keamanan laut dan pemerintah daerah ikut berperan mengatasi permasalahan tersebut.
“Laut merupakan sumber kehidupan dan ekonomi masyarakat pesisir. Bila ilegal fishing terjadi, pasti mengganggu mata pencaharian para masyarakat pesisir. Maka dilakukan patroli rutin dan edukasi bagi nelayan lokal," ungkapnya.
Pun dalam kesempatan itu, Laksdya TNI Irvansyah memberi apresiasi kepada Gubernur atas perhatian dan komitmennya dalam menjaga keamanan, ketertiban hingga keberlanjutan potensi kelautan Sulut.
Dirinya menegaskan akan lebih meningkatkan patroli laut di Sulut, juga akan perkuat koordinasi lintas lembaga yakni dengan TNI AL, Polairud dan instansi terkait lain.
Bahkan tambahnya, pihaknya akan memanfaatkan teknologi maritim untuk deteksi dini aktivitas yang mencurigakan di perairan Sulut.
“Sulawesi Utara merupakan wilayah strategis di jalur maritim Indonesia. Jadi wilayah ini harga mati untuk kami amankan. Kami akan fokus pada pemberantasan kejahatan lintas batas penyelundupan, perdagangan manusia hingga narkotika," tegasnya.
Ia menambahkan ke depan, Bakamla akan melakukan pengembangan pos pengawasan maritim di titik strategis yakni wilayah perairan Kepulauan Talaud, Sangihe dan Bitung. "Kami juga berencana melakukan pelatihan kepada para nelayan hingga aparat daerah tentang keselamatan dan hukum laut," terangnya.(*)
Editor : Reza Abdilah