Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Latar Belakang Keluarga F, Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Orang Tua Dikabarkan sedang Berada di Luar Negeri

Ayurahmi Rais • Sabtu, 8 November 2025 | 13:03 WIB

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID- Indonesia kembali dihebohkan dengan kejadian ledakan yang membuat puluhan korban luka-laka.

Parahnya lagi, ledakan ini terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta. Salah satu sekolah terbesar di Jakarta. 

Ledakan ini diduga dilakukan oleh seorang siswa berinsial F, siswa kelas 12 di sekolah yang sama..

F diduga merakit bom baterai dan meledakkannya saat para siswa sedang melakukan Salat Jumat. Kejadian tersebut mengakibatkan puluhan pelajar dan guru luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sampai saat ini belum ada laporan soal korban meninggal dunia. Kasus inu sedang diselidiki oleh pihak berwajib.

Terduga pelaku sendiri, dikabarkan sering mengalami perundungan di sekolah. Dari beberapa siswa yang dimintai keterangan, terduga pelaku sering menyendiri dan tidak berbaur dengan teman-teman lainnya.  

Saat kejadian tersebut, ada seorang wanita yang mengaku sebagai keluarga dari F Wanita tersebut menyebutkan nama F sambil menangis, dan menanyakan keberadaannya.

 Karena melihat fotonya di media sosial. "F mana F kelas 12, tadi ada soalnya ada yang kenal. Tadi di foto ada anaknya, dibawa ke rumah sakit mana? Saya tantenya, orang tuanya lagi pergi," kata wanita tersebut sambil menangis.

Dalam beberapa komentar netizen di Akun Tiktok, dikatakan jika ornag tua F saat ini sedang berada di Luar Negeri. Namun belum diketahui pasti siapa dan apa pekerjaan orang tua F.

Meskipun demikian, banyak orang yang tetap memberikan dukungan moral terhadap terduga pelaku.

Jika benar dia menjadi korban bullying, banyak warga net yang mendorong pihak sekolah agar menindak tegas semua pelaku bullying terutama di sekolah. Karena Efeknya sangat membahayakan.

Editor : Ayurahmi Rais