Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sudah 25 Jam Lebih Bocah 6 Tahun di Tombuluan Hilang di Kuburan Desa, Diduga Disembunyikan "Lulu"

Tommy Waworundeng • Minggu, 9 November 2025 | 11:32 WIB

Hukum Tua Tombuluan Minggus Languyu saat memimpin  pencaharian di sekitar tempat bocah itu hilang
Hukum Tua Tombuluan Minggus Languyu saat memimpin pencaharian di sekitar tempat bocah itu hilang

MANADOPOST.ID-Warga Desa Tombuluan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa, dihebohkan dengan hilangnya seorang bocah berusia 6 tahun saat bermain di areal pekuburan desa.

Hukum Tua Tombuluan Minggus Languyu kepada Manado Post, mengatakan, anak bernama  RR alias Roy, sampai pukul 11.30 Wita, Minggu (9/11) tadi, belum juga ditemukan.

Bocah tersebut hilang sejak sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (8/11) kemarin. "Anaknya hilang sudah lebih dari 25 jam. Sejak kemarin sampai saat ini belum juga ditemukan. Saya ini di lokasi pencaharian," kata Hukum Tua Minggus Languyu kepada Manado Post, tadi.

Tampak ibu ibu juga ikut mencari
Tampak ibu ibu juga ikut mencari

Proses pencarian sudah melibatkan banyak pihak. Hukum Tua mengaku, siang ini pihaknya sudah meminta bantuan BPBD Pemerintah Kabupaten Minahasa dan juga Pemerintah Provinsi.

Bahkan para tokoh agama Pendeta dan Pastor juga sudah bikin ibadah. 

Kemarin sampai malam, seluruh Tripika (Camat, Kapolsek, Koramil) Kecamatan Tombulu sudah turun tangan dalam pencaharian.

Menurut Novel Manndagie, salah satu Pala di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu,  yang kemarin malam ikut dalam pencaharian, bocah itu diduga disembunyikan alam atau sesuatu yang kasak mata yang orang Minahasa menyebutnya Lulu atau Loklok.

"Di Minahasa, ada kisah yang tak lekang oleh waktu. Tentang manusia yang hilang tanpa jejak, lalu kembali dalam keadaan bingung, lemah, dan seolah baru bangun dari mimpi panjang. Orang-orang tua menyebutnya “so terlulu” — disembunyikan oleh kekuatan tak kasat mata yang disebut Lulu atau Lok-lok," kata om Pala.

Cerita ini sering terjadi di kebun, di perbukitan, atau di hutan yang masih perawan.

"Sebab di Kamangta juga tempo hari sekitar tahun 1990-an pernah kejadian serupa. Orang yang hilang, sekarang masih hidup. Dulu bapak itu hilang di kebun pinggir kampung. Pencarian pun dilakukan. Puluhan orang menyisir setiap sudut, tapi hasilnya nihil. Tidak ada jejak, tidak ada suara. Padahal lokasi yang dicari tak lebih dari sebatas ladang dan semak. Dua hari kemudian, lelaki itu ditemukan duduk di bawah pohon besar — lemas, mata kosong, dan hanya berkata lirih. Bapak yang hilang itu, ketika sadar,  kalau dia melihat orang kampung lewat dan panggil panggil namanya. Tapi dia tidak bisa memanggil minta tolong," kenang Pala Mandagie.

Begitulah kisah gaib “terlulu”. Ia tidak diculik manusia, melainkan diselimuti kabut gaib. Seolah alam menutup tirainya, memindahkan manusia ke ruang lain yang hanya bisa dirasakan roh.

Dalam keyakinan tua Minahasa, Lulu bukan sekadar roh iseng. Ia adalah penjaga kesucian tempat — pohon tua, batu besar, mata air, atau wilayah leluhur yang pernah dijadikan pemujaan.

Jika seseorang lewat tanpa izin, berteriak sembarangan, atau menebang pohon tanpa doa, roh Lulu bisa “menutup pandangan manusia terhadap dunia luar”.

Ada juga yang mengatakan, makhluk tak kasat mata itu wujudnya seperti kaboter. Wujudnya kecil. Kadang juga kaboter ini hanya suka bermain main dengan orang yang hilang tersebut. Kalau sudah bosan bermain, mereka akan kembalikan. 

Sebelumnya diberitakan Manado Post, Camat Tombulu Dedit Telaumbanua bersama 6 Personil BPBD Minahasa dipimpin Kasi Kedaruratan Arthur Lontaan, Kapolsek Tombulu Ipda Bernard Tatareda turun dalam pencaharian.

Kemudian, Danramil 1309-04/PTM Kapten Arm. Zadrak Carles Sonlay, Babhinsa Tombuluan Koptu Romario, dan Hukum Tua Desa Tombuluan Minggus Languyu, bersama Tim Basarnas tadi malam, juga turun langsung melakukan pencarian.

Dari informasi yang dirangkum Manado Post di lokasi kejadian, Bocah yang kesehariannya dipanggil Roy ini, diinfokan hilang sejak pukul 10.00 pagi.

Hukum Tua Desa Tombuluan Minggus Languyu menyebut, pencarian pertama baru melibatkan keluarga dan kerabat sekitar. Nanti, setelahnya siang menjelang sore, melibatkan pemerintah setempat.

"Sore, saya setelah mendapat info langsung menginformasikan kepada seluruh masyarakat. Kemudian dilakukan pencarian bersama, menyasar seluruh lokasi pekuburan dan perkebunan," ungkapnya kepada Manado Post, tadi malam.

Doa dan ibadah dilaksanakan di lokasi kehilangan oleh tokoh agama setempat. Tim dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, Pemdes dan masyarakat Tombuluan masih terus melakukan pencarian.

"Kalau hasil nihil malam ini. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," sebut Hukum Tua Tombuluan.

Ditempat yang sama, Ibu RR, Krisye Lengkong mengaku anaknya memang biasa bermain di sekitar lokasi itu, namun baru kali ini tak kunjung pulang. Lokasi bermainnya di dekat kuburan, karena kuburannya hanya di dekat rumah.

“Dia biasanya kalau bermain tidak lama sudah balik ke rumah untuk minum susu. Tapi hari ini terakhir dilihat jam 10 pagi, setelah itu sudah tidak balik-balik,” tutur Krisye.

Sementara menurut warga setempat yang ikut dalam pencarian, RR sempat terlihat saat dicari. Namun, saat hendak ditangkap atau diamankan untuk dilindungi, hilang seperti berpindah tempat.

"Tadi saat pencarian, kami sudah melihat (Roy). Namun, saat hendak ditangkap, hilang berpindah tempat," ungkap Riko Wowiling warga setempat.

Bagi warga, percaya atau tidak percaya, hal ini baru pertama kali disaksikan langsung. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#lulu #Minahasa #bocah #Hilang