Sebagai Kapolda Sulawesi Utara yang dikenal tegas dan rendah hati, Irjen Roycke menegaskan komitmennya untuk menjadikan ilmu sebagai landasan dalam setiap langkah kepemimpinan.
Dalam disertasi berjudul “Strategi Optimalisasi Kerjasama Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)”, ia mengupas secara mendalam bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat diperkuat untuk menekan kejahatan kemanusiaan yang kompleks ini.
Menurutnya, pemberantasan TPPO tak bisa hanya mengandalkan pendekatan hukum semata, tetapi harus membangun jejaring kerja lintas institusi, dari penegak hukum, pemerintah, hingga masyarakat sipil, dengan semangat yang harmonis dan berkeadilan.
Kerjasama yang optimal adalah kunci. Tanpa sinergi, penegakan hukum akan timpang dan korban akan terus berjatuhan,” ujarnya dalam forum akademik itu, penuh keyakinan.
Sidang terbuka yang dipimpin oleh Rektor Universitas Trisakti Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA, bersama Promotor Prof. Dr. Eriyantouw Wahid, S.H., M.H., dan Co-Promotor Endang Pamdandari, S.H., C.N., M.H., berlangsung khidmat.
Setiap argumen yang dilontarkan Roycke menunjukkan kedalaman analisis dan pengalaman lapangan yang mengakar.
Prestasi ini pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Polda Sulut dan masyarakat Sulawesi Utara. Tak hanya karena ia berhasil mengukir capaian akademik tertinggi, tetapi juga karena ia membuktikan bahwa dedikasi di tengah padatnya tugas sebagai Kapolda tak menghalangi semangat untuk terus menimba ilmu.
Di barisan hadirin, sang istri tercinta Ny. Joan Roycke Langie, Ketua Bhayangkari Sulut, tampak menahan haru. Ia tahu betul perjuangan di balik setiap halaman disertasi itu malam-malam panjang di antara rapat dan operasi kepolisian, diselingi waktu menulis dan berdiskusi tentang hukum dan kemanusiaan.
Perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian 1994 ini memang dikenal tekun dan disiplin. Sebelum menjabat Kapolda Sulut sejak September 2024, ia pernah dipercaya sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, posisi strategis yang memperkuat nalarnya dalam memahami pola kerjasama lintas sektor.
Kini, dengan gelar Doktor Ilmu Hukum di pundaknya, Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga besar Polri dan tanah Minahasa, tetapi juga simbol bahwa ilmu dan pengabdian bisa berjalan seiring.(gnr)
Editor : Grand Regar