MANADOPOST.ID — Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik, Ilham Akbar Mustafa, S.T., M.Si., bersama Kepala Balai Pelindungan dan Pelayanan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, Syahrul Afriadi, melakukan audiensi dengan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (11/11).
Dalam pertemuan tersebut, Ilham Akbar mendorong pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem tata kelola pekerja migran yang kuat dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
“Kolaborasi lintas sektor dapat menjadi solusi dalam menciptakan lapangan kerja baru yang diharapkan mampu menekan angka pengangguran terbuka, sekaligus berkontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi Utara,” ujar Ilham.
Ia menilai, Sulawesi Utara memiliki potensi besar dalam menyiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing global, terutama melalui optimalisasi lembaga pendidikan, mulai dari SMA, SMK, hingga perguruan tinggi.
“Sulawesi Utara memiliki peluang besar untuk menangkap kesempatan global dalam menyiapkan tenaga kerja profesional. Sudah saatnya kita mengubah paradigma pekerja migran dari low skill domestic worker menjadi tenaga profesional dengan kualifikasi medium hingga high skill,” jelasnya.
"Kolabarasi lintas sektor ini jg diharap dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pelindungan bagi pekerja migran dari Sulawesi Utara, sekaligus memitigasi pemberangkatan pekerja migran lewat jalur ilegal dan unprosedural yang belakangan ramai terjadi di Sulawesi Utara, khususnya ke negara tujuan Kamboja," harap Ilham, Stafsus Menteri P2MI yang juga putra Sulut.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian P2MI dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam transformasi tata kelola pekerja migran agar lebih adaptif terhadap tuntutan pasar kerja internasional. (*)
Editor : Tommy Waworundeng