Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Techofest 2025: Game Indonesia Bernilai 33 Triliun, Andria Wahyudi Ajak Sulut Ambil Peran

Priska Watung • Kamis, 13 November 2025 | 11:39 WIB

 

Techo Fest 2025
Techo Fest 2025

MANADOPOST.ID – Gelaran Techofest 2025 yang diselenggarakan oleh Unsrat IT Community (UNITY) menghadirkan Andria Wahyudi, Founder BigDade Interactive sekaligus GM ManadoPost Group dan Dosen Peneliti FILKOM Unklab, sebagai pembicara utama, Rabu (12/11).

Dalam sesi bertajuk Peranan Game dalam Mendorong Industri Teknologi di Sulawesi Utara, Andria mengungkap bahwa nilai perputaran industri game Indonesia telah mencapai Rp33 triliun pada tahun 2024, namun sebagian besar nilai tersebut justru dinikmati perusahaan luar negeri. Ia mendorong Sulawesi Utara untuk mengambil peran lebih besar dalam industri ini melalui kolaborasi, inovasi, dan pembangunan game lokal.

Dalam pemaparannya, Andria menyoroti fakta bahwa hanya sekitar 5 persen dari Rp33 triliun itu yang benar-benar kembali ke Indonesia. Bahkan porsi kecil tersebut pun tidak sepenuhnya dinikmati developer lokal, melainkan mayoritas terserap sebagai pajak dan biaya distribusi platform internasional. “Lebih dari 95 persen perputaran uang industri game Indonesia mengalir ke luar negeri. Kita ini pasar yang sangat besar, tapi belum menjadi produsen utama,” jelasnya.

Andria menilai kondisi tersebut sebagai ancaman sekaligus peluang besar. Ancaman karena Indonesia masih menjadi pengguna produk game asing, namun peluang karena ruang untuk membangun industri game lokal masih sangat terbuka.

Menurutnya, jika Sulawesi Utara mampu mendorong hadirnya talenta dan studio game lokal, maka sebagian besar potensi ekonomi itu dapat direbut kembali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Selain memaparkan data industri, Andria juga memberikan gambaran mengenai cara kerja sebuah studio game modern. Ia menjelaskan bagaimana riset dilakukan, bagaimana dunia dan karakter game dibangun, serta bagaimana proses produksi melibatkan banyak bidang mulai dari pemrograman, desain visual, animasi, audio, hingga pengujian kualitas. “Sebuah game bukan karya individu, tapi karya tim yang kolaboratif. Tidak ada game besar yang dibangun sendirian,” ujarnya.

Lebih dari sekadar edukasi, Andria juga berbagi pengalaman sebagai pelaku industri. Ia merupakan pengembang game esports shooter pertama buatan Indonesia, yakni WARDEKA, yang saat ini tengah dikembangkan menjadi salah satu ikon game kompetitif lokal.

Melalui game ini, Andria juga menginisiasi Warbiasa League 2025, yaitu turnamen esports shooter pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan game buatan anak bangsa. Inisiatif ini menjadi sejarah baru, menandai pertama kalinya Indonesia memiliki turnamen esports berskala besar berbasis game lokal.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan pelajar, Andria mengajak generasi muda untuk terus mempelajari keterampilan baru, mengembangkan kemampuan teknis maupun kreatif, serta disiplin menyelesaikan setiap proyek yang dikerjakan.

Ia menegaskan bahwa era teknologi saat ini bukan lagi era persaingan antar kampus, tetapi era kolaborasi. “Industri tidak lagi melihat dari kampus mana Anda berasal. Yang dilihat adalah portofolio, kemampuan bekerja sama, dan keseriusan menyelesaikan project,” katanya.

Techofest 2025 yang digagas UNITY Unsrat menjadi bukti nyata bahwa ekosistem teknologi di Sulawesi Utara terus berkembang. Dengan menghadirkan kompetisi siswa, showcase karya mahasiswa, dan talkshow inspiratif, acara ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik, komunitas teknologi, dan pelaku industri.

Kehadiran Andria Wahyudi sebagai pembicara utama memberikan dorongan kuat bahwa Sulawesi Utara dapat mengambil posisi penting dalam industri game Indonesia dan turut berkontribusi pada kedaulatan digital bangsa.

Editor : Priska Watung
#BigDadeStudio #Andria Wahyudi #BigDadeInteractive #BigDade #Warbiasa #Unsrat #Warbiasa League #wardeka