Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ketua AGIS Dr Arnold Poli Apresiasi Presiden Prabowo Merehabilitasi Dua Guru ASN, Bangga Profesi Guru Dihargai

Filip Kapantow • Jumat, 14 November 2025 | 10:44 WIB
 
Dr Drs Arnold Poli SH MAP
Dr Drs Arnold Poli SH MAP
MANADOPOST.ID - Aksi kemanusiaan dua guru ASN di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang sempat menuai polemik akhirnya mendapat titik terang setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan rehabilitasi dan membela tindakan mereka. 
 
Kedua guru tersebut sebelumnya memungut iuran untuk membantu rekan guru honorer yang terlambat menerima gaji, namun langkah solidaritas itu justru dilaporkan oleh sebuah LSM atas dugaan praktik korupsi.
 
Merespons keputusan Presiden Prabowo, Ketua Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Dr Drs Arnold Poli SH MAP, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberpihakan Kepala Negara terhadap profesi guru.
 
Menurutnya, tindakan Presiden merupakan bentuk penghargaan terhadap nilai kemanusiaan sekaligus penguatan moral bagi para pendidik yang menjalankan tugas dengan hati.
 
Arnold Poli menilai, kasus ini memberikan pelajaran penting khususnya bagi LSM pelapor. Ia menegaskan bahwa setiap laporan hendaknya dilandasi informasi yang benar dan objektif. 
 
Bila ada pungutan yang dilakukan di lingkungan sekolah, kata dia, perlu dipastikan bahwa dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi tujuan sosial yang jelas dan bermanfaat.
 
“LSM harus lebih cermat. Jika ada iuran yang sifatnya sosial dan bukan untuk memperkaya diri, maka jangan buru-buru menuduh korupsi,” tegas Poli.
 
Dengan selesainya polemik ini, AGIS berharap para guru dapat kembali fokus menjalankan tugas mencerdaskan generasi muda tanpa dibayangi kesalahpahaman yang tidak berdasar. 
 
Keputusan Presiden Prabowo pun dianggap sebagai angin segar sekaligus penguatan moral bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia. (mpd)
Editor : Filip Kapantow