MANADOPOST.ID - Memasuki awal bulan Desember 2025, masyarakat Sulawesi Utara kembali diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, BMKG Sam Ratulangi Manado mendeteksi sejumlah fenomena yang sedang berkembang dan berpengaruh kuat terhadap cuaca di wilayah Sulawesi Utara.
Fenomena tersebut antara lain angin Muson Barat yang mulai dominan, La Nina aktif, suhu muka laut yang lebih hangat, serta pergerakan MJO (Madden-Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Indonesia bagian utara.
Keempat faktor ini berperan besar dalam meningkatkan pembentukan awan hujan.
Selain itu, terpantau pula adanya pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik utara Papua, yang memicu pertemuan serta belokan angin dan turut memperkuat potensi cuaca ekstrem.
Kondisi atmosfer semakin labil akibat tingginya kelembaban udara pada setiap lapisan, sehingga mendukung terbentuknya curah hujan berintensitas sedang hingga lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang.
Sejumlah daerah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem periode 1–5 Desember 2025 meliputi:
-
Manado
-
Bitung
-
Tomohon
-
Minahasa
-
Minahasa Utara
-
Minahasa Selatan
-
Bolaang Mongondow
-
Bolaang Mongondow Utara
-
Kep. Sitaro
-
Kep. Sangihe
-
Kep. Talaud
BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kesiapsiagaan terutama terkait potensi genangan air, banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.
Risiko ini lebih tinggi di wilayah yang memiliki topografi curam, bergunung, atau berada dekat tebing, sehingga rawan longsor dan banjir.
Untuk memantau perkembangan kondisi cuaca secara lebih rinci hingga level kelurahan di Sulawesi Utara, masyarakat dapat mengikuti informasi resmi BMKG Sam Ratulangi Manado.
Tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan pantau pembaharuan terbaru dari akun resmi BMKG. (*)
Editor : Tina Mamangkey