MANADOPOST.ID-Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM (KPPSG), sebagai organisasi pemuda gereja terbesar di Indonesia Timur, menyampaikan sikap
resmi organisasi. Sikap ini merespons peristiwa pengrusakan yang terjadi di gedung Gereja GMIM Silo Watuliney, Wilayah Belang, Minahasa Tenggara, pada Minggu (30/11).
Sebagaimana tertuang dalam Press Release (geser slide
untuk membaca selengkapnya), KPPSG menegaskan 3 poin
utama:
1. MENGECAM KERAS segala bentuk kekerasan dan
pengrusakan rumah ibadah yang mencederai nilai
kemanusiaan dan hukum.
2. MENDESAK APARAT kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini sesegera mungkin secara transparan dan adil.
3. MENYERUKAN KETENANGAN bagi seluruh warga gereja,
khususnya Pemuda GMIM. Jangan terpancing provokasi
yang dapat memperkeruh suasana.
KPPSG kemudian mengajak seluruh elemen Pemuda GMIM untuk merapatkan barisan dalam doa, menyerahkan proses penegakan hukum kepada pihak berwajib, dan tetap menjadi pembawa damai di tengah situasi ini.
"Solidaritas dan doa kami untuk Jemaat GMIM Silo Watuliney.
Tuhan Yesus memberkati dan memulihkan kita semua.
Obor Pembangunan! Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM," tulis rilis yang dikirim dan disebarluaskan KPPSG. (*)