Syiar Muslimah Sulawesi Utara Deklarasi Gerakan Solidaritas Peduli Kesehatan Mental 2025
Filip Kapantow• Selasa, 2 Desember 2025 | 18:33 WIB
EKSIS: Syiar Muslimah Sulawesi Utara Deklarasi Gerakan Solidaritas Peduli Kesehatan Mental 2025 bertema Merawat Jiwa Mencintai Hidup pada Sabtu 29 November 2025.
MANADOPOST.ID — Syiar Muslimah Sulawesi Utara sebagai komunitas dakwah dan pemberdayaan perempuan yang menjadi motor penggerak Yayasan Suara Madani Indonesia resmi menginisiasi dan melaksanakan Deklarasi Gerakan Solidaritas Peduli Kesehatan Mental 2025 bertema Merawat Jiwa Mencintai Hidup pada Sabtu 29 November 2025.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Puncak Peringatan Milad ke 5 Syiar Muslimah Sulut yang mengangkat tema Metamorfosa — Bertumbuh Berdaya Bersinar.
Acara berlangsung di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan dihadiri berbagai elemen masyarakat termasuk ormas komunitas muslim dan muslimah lembaga pemerintah tokoh perempuan tokoh agama tokoh pemuda organisasi profesi akademisi serta media.
Kehadiran beragam lintas sektor tersebut menjadi simbol bahwa isu kesehatan mental merupakan isu bersama yang perlu dibangun secara kolektif demi keberlangsungan masyarakat.
Ketua Syiar Muslimah Sulut Rillya K Gobel SSos MSi dalam sambutannya menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye edukasi dan aksi sosial yang telah digelar sepanjang November melalui Kampanye Outdoor seminar serta ruang refleksi spiritual kelas healing hingga kampanye digital.
"Gerakan ini lahir dari kepedulian bahwa kesehatan mental bukan hanya persoalan pribadi tetapi juga sosial yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Perlu ada ruang aman ruang pulih dan ruang dialog agar masyarakat semakin peka empatik serta mampu membebaskan stigma terhadap isu kesehatan mental," tegas Gobel.
Pelaksanaan kegiatan ini memperoleh dukungan penuh dari Founder Yayasan Suara Madani Indonesia Ikhsansuqaha Fajar SESh sehingga seluruh rangkaian Milad dan kampanye dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Rangkaian kampanye ini juga mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kesehatan RSJ Prof Dr VL Ratumbuysang, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Koalisi Cegah Bunuh Diri KCBD serta Ikatan Psikologi Klinis IPK Wilayah Sulut.
Berbagai lembaga dan pihak turut hadir serta menandatangani deklarasi di antaranya Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara RSJ Prof Dr VL Ratumbuysang, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, IAIN Manado, IPK Indonesia Wilayah Sulut, RRI Manado, tokoh agama tokoh pemuda tokoh masyarakat serta penyintas gangguan kesehatan mental.
Deklarasi ini bukan sekadar penandatanganan dokumen melainkan langkah awal membangun jejaring kolaborasi lintas sektor pendampingan dan edukasi berkelanjutan menciptakan lingkungan sosial yang ramah terhadap isu mental health serta ruang pemulihan yang inklusif bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Inisiatif ini diharapkan menjadi fondasi kuat lahirnya budaya empati saling mendukung dan kesadaran kolektif agar isu kesehatan mental tidak lagi dianggap tabu melainkan bagian penting dari kualitas hidup manusia. (mpd)