Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Manado Saingi Singapore, Tawarkan Christmas in The Tropics, Sebagai Magnet Baru Wisata Natal

Tommy Waworundeng • Rabu, 3 Desember 2025 | 18:53 WIB

 

Suasana pedestarian Boulevard di depan Manado Town Square
Suasana pedestarian Boulevard di depan Manado Town Square

MANADOPOST.ID Manado Town Square sebagai pusat perbelanjaan dan hiburan terpanjang di Indonesia, kini penuh dengan ornamen Natal. Baik di dalam mall maupun di depan mall, penuh pernak pernik Natal.

Jadinya jalan Boulevard Manado mirip Orchard Road di Singapore, yang setiap awal  November sampai awal Januari penuh dengan hiasan Natal.

Ya, karena memang Kota Manado siap  bersaing dengan Singapura dalam menggaet wisatawan melalui iven “Christmas in the Tropics”—sebuah perayaan Natal bernuansa tropis yang menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Manado tentu punya keunggulan dibanding Singapore. Singapore hanya menjual Orchard Road, dengan ornament Natal yang luar biasa. Tapi Manado punya kelebihan lain yang tidak dimiliki Singapore.

Kelebihan lain itu yakni Manado terkenal luas sebagai  kota seribu gereja di Indonesia.  Manado memadukan kekayaan budaya Kristen, keramahtamahan khas Sulawesi Utara, serta pesona iklim tropis yang hangat tanpa salju.

Manado juga punya taman laut Bunaken dan obyek obyek wisata gunung, sungai, dan danau yang ada di sekitar Manado.  Inilah yang membuat Natal di Manado berbeda dari Singapore.

Bahkan Natal di  Manado berbeda jika  dibanding  kota-kota Kristen di Eropa dan Amerika Utara, yang identik dengan dingin dan salju. Karena berada di daerah tropis, Natal di Manado dirayakan tanpa salju—sebuah keunikan yang justru menjadi daya tarik tambahan. Wisatawan dapat menikmati suasana Natal yang meriah tanpa harus mengenakan mantel tebal. Cukup pakaian santai, wisatawan bisa berkeliling kota, menikmati dekorasi Natal, dan berfoto di berbagai titik ikonik.

Pantauan Manado Post, salah satu lokasi favorit adalah Boulevard Manado, jalur tepi pantai yang setiap akhir tahun dipenuhi lampu warna-warni, pohon Natal raksasa, dan ornamen tematik.

Dekorasi meriah ini menjadikan Boulevard sebagai tempat berfoto paling Instagramable untuk merayakan Natal ala tropis.

Ditambah lagi sore menjelang malam, wisatawan bisa menyaksikan  sunset di Teluk Manado.

Pengalaman spesial juga menanti wisatawan di Jalan Sam Ratulangi, sebuah ruas jalan yang dipenuhi bangunan-bangunan gereja besar dan megah.

Gereja-gereja ini menampilkan arsitektur khas Eropa dan Amerika, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Natal penuh kekhidmatan di kota dengan populasi Kristen terbesar di Indonesia.

Mulai dari Gereja GMIM Sentrum, yang merupakan gereja tertua di Indonesia yang juga saksi perang dunia pertama dan kedua. Dan ada tugu peringatan PD II untuk mengenang para pejuang yang gugur melawan tentara Jepang di Pasifik.

Di Jalan Sam Ratulangi, ada juga Gereja GMIM Kristus, Gereja GPDI Pusat, Gereja Katolik Katedral Keuskupan Manado, Gereja GMIM Paulus Titiwungen, Gereja GMIM Imanuel Wanea, Gereja Advent Wanea, Gereja KGPM, dan Gereja Bethany Wanea.

Dari gereja berarsitektur klasik hingga yang modern, sepanjang Sam Ratulangi memancarkan suasana religius yang damai dan indah—layak menjadi rute wisata rohani sepanjang Desember.

Apalagi sampai di Winangun, bisa menyaksikan patung Tuhan Yesus Memberkati, yang merupakan salah satu patung Yesus tertinggi di dunia.

Pokoknya bagi warga Kristen di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, dijamin akan terpuaskan  jika  mengisi libur Natal dengan menikmati Christmas in the Tropics di Manado. Nuansa Natal benar benar terasa dengan biaya yang jauh lebih murah dibanding Singapore.

Tak hanya wisatawan domestik. Kota Manado yang memiliki pantai yang indah ini,  juga bisa jadi tujuan yang menarik bagi turis lansia dari China dan Korea beragama  Kristen yang ingin merayakan Natal sambil menghindari salju dengan suhu dingin di bawah 0 derajat di negara mereka.

Selain suasana kota yang meriah dengan langit biru bersih serta pancaran sinar matahari yang baik bagi kesehatan kulit,  wisatawan juga dapat menikmati berbagai destinasi unggulan di sekitar Manado yang berjarak hanya 30 menit perjalanan.

Seperti menyelam  di Bunaken, Siladen, dan Manado Tua, dan pasir putih di Pulau  Lihaga.

Wisatawan juga bisa menikmati  kuliner khas Minahasa yang pedas dan menggugah selera dan ikan bakar serta sea food.

Wisatawan  bisa menikmati desa wisata religius dan budaya di Minahasa dan Tomohon.  Ada Danau Tondano dan Linow. Serta mendaki Gunung Mahawu dan Lokon.

Seluruh paket wisata ini diperkuat oleh keramahan masyarakat Sulawesi Utara yang menjadi ciri khas daerah ini.

Lewat Christmas in the Tropics, Manado membidik posisi sebagai destinasi Natal tropis terbaik di Asia Pasifik. Sekaligus penantang baru Singapura dalam memikat pelancong yang ingin merayakan Natal dengan nuansa berbeda.

Keunikan, kenyamanan, keamanan, serta kekayaan budaya rohani menjadikan Manado sebagai rumah kedua bagi siapa saja yang ingin merayakan Natal dengan penuh sukacita, hangat, dan eksotis.

Manado mengundang dunia untuk Rayakan Natal tropis yang tak terlupakan—tanpa salju, tapi penuh keajaiban. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#MANADO #wisata natal #Singapore