Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Informasi Terbaru SMA Taruna Nusantara Langowan: Didukung Gubernur, Kelas Perdana Dibuka bagi 240 Siswa

Angel Rumeen • Senin, 8 Desember 2025 | 17:08 WIB

 

Satgas Persiapan Kampus SMA Taruna Nusantara Langowan bertemu dengan Gubernur Yulius Selvanus, Senin (8/12).
Satgas Persiapan Kampus SMA Taruna Nusantara Langowan bertemu dengan Gubernur Yulius Selvanus, Senin (8/12).

MANADOPOST.ID—Persiapan pendirian SMA Taruna Nusantara di Langowan, Kabupaten Minahasa, semakin menunjukkan perkembangan positif.

Kehadiran sekolah bergengsi ini dipastikan mulai berjalan pada Tahun Ajaran 2026 dan rencana tersebut mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Informasi ini disampaikan Brigjen Cpn Rhino Charles Tuwo, yang memimpin Satgas Persiapan Kampus SMA Taruna Nusantara Langowan, setelah bertemu Gubernur Sulut Yulius Selvanus di Kantor Gubernur, Senin (8/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Brigjen Tuwo memaparkan berbagai kebutuhan awal pembentukan sekolah Taruna Nusantara di Sulut. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah daerah menjadi unsur penting untuk memastikan proses peralihan kampus sementara menuju kampus permanen di Langowan berjalan baik.

“Kami bertemu Gubernur dan menyampaikan beberapa hal yang dibutuhkan untuk mempercepat persiapan pembukaan SMA Taruna Nusantara Langowan. Kami mendapat respons positif,” ujarnya.

Menurut Tuwo, untuk angkatan pertama, para siswa yang dinyatakan lolos seleksi akan menjalani pendidikan awal di kampus Taruna Nusantara yang berada di Malang.

Setelah itu, proses pembelajaran selanjutnya akan dipindahkan ke Langowan saat fasilitas utama telah siap digunakan. Ia menyebut jumlah siswa yang akan masuk pada gelombang perdana mencapai 240 orang, sebuah angka yang disebutnya cukup ideal untuk memulai operasional kampus baru.

Mengenai rekrutmen siswa, Tuwo menegaskan seluruh proses dilakukan melalui seleksi nasional yang telah menjadi standar lembaga pendidikan tersebut sejak awal berdiri. Ia mengakui bahwa putra-putri daerah Sulawesi Utara memiliki peluang untuk mendapatkan kursi, namun tetap harus mengikuti seleksi yang ketat.

“Proses seleksinya tidak mengenal toleransi. Semua calon siswa harus melewati tahapan penilaian yang sama,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kuota siswa asal Sulut akan ditentukan sepenuhnya oleh hasil tes, bukan penunjukan.

Selain fokus pada siswa, Satgas juga mulai merumuskan rencana pembentukan tim pengajar. Brigjen Tuwo mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mengakomodasi tenaga pendidik dari Sulawesi Utara, terutama mereka yang memiliki kompetensi dan integritas sesuai standar Taruna Nusantara.

“Kami berharap tenaga pendidik dari daerah bisa menjadi bagian dari sekolah ini. Akan ada penyaringan khusus untuk menentukan guru yang memenuhi kualifikasi,” jelasnya.(gel)

 

Editor : Angel Rumeen