Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Nvidia Kembangkan Sistem Pelacak Lokasi Chip AI untuk Cegah Penyelundupan

Richard Lawongan • Kamis, 11 Desember 2025 | 13:54 WIB

Nvidia
Nvidia

MANADOPOST.ID – Nvidia dikabarkan sedang mengembangkan sistem pelacak lokasi khusus untuk chip AI mereka di tengah meningkatnya laporan penyelundupan perangkat keras ke China.

Teknologi ini dibuat karena meningkatnya kekhawatiran mengenai perpindahan chip kelas atas ke negara yang dibatasi pemerintah Amerika Serikat.

Menurut TechCrunch, Nvidia saat ini sedang menguji perangkat lunak verifikasi lokasi untuk mendeteksi keberadaan fisik chip.

Fitur ini dapat memberi tahu perusahaan di negara mana chip tersebut sedang digunakan melalui pemantauan performa komputasi.

Perangkat lunak ini juga menganalisis jeda komunikasi antarserver untuk memprediksi lokasi chip secara lebih akurat.

Sumber TechCrunch menyebut fitur ini bersifat opsional sehingga pelanggan tidak wajib mengaktifkannya.

Baca Juga: Meta Siapkan “Avocado”: Model AI Tertutup Baru yang Dikembangkan Diam-diam

Nvidia berencana menerapkan fitur pelacakan ini pertama kali pada chip generasi Blackwell.

Dalam beberapa hari terakhir, muncul tudingan bahwa chip Blackwell milik Nvidia diselundupkan untuk melatih model AI buatan DeepSeek dari China.

Nvidia menegaskan bahwa pihaknya belum menemukan bukti bahwa skenario tersebut benar terjadi.

Juru bicara Nvidia menyatakan bahwa laporan mengenai “pusat data hantu” yang membongkar dan memindahkan chip untuk mengelabui perusahaan masih belum terbukti.

Nvidia menambah bahwa mereka tetap akan menindaklanjuti setiap laporan penyelundupan yang diterima.

Isu ini semakin ramai setelah pemerintah Amerika Serikat memberi izin terbatas bagi Nvidia untuk menjual chip AI H200 generasi lama ke pelanggan tertentu di China.

Izin tersebut tidak berlaku bagi chip baru seperti Blackwell yang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi.

Fitur pelacakan lokasi ini diperkirakan akan membantu Nvidia mematuhi regulasi ekspor yang semakin ketat.

Selain itu, teknologi ini juga bisa mencegah penggunaan chip AI di luar wilayah yang disetujui pemerintah.

Dengan adanya sistem ini, Nvidia berharap ekosistem AI global dapat tetap aman dari penyalahgunaan.

Para analis menilai langkah ini menjadi tanda bahwa kontrol terhadap chip AI kelas atas akan semakin diperketat.

Nvidia juga ingin memastikan bahwa chip berperforma tinggi tidak masuk ke negara yang dibatasi oleh aturan ekspor AS.

Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi AI semakin diawasi secara ketat di tingkat internasional.

Meskipun begitu, pelanggan yang mengaktifkan fitur ini tetap ingin memastikan bahwa data mereka tidak disalahgunakan.

Nvidia diyakini akan memberikan jaminan transparansi agar fitur ini tidak dianggap sebagai alat pemantauan agresif.

Langkah Nvidia ini diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri chip AI ke depannya.

Upaya tersebut kemungkinan juga akan diikuti oleh perusahaan teknologi lain yang menghadapi risiko penyelundupan serupa.

Dengan tingginya permintaan chip AI global, keamanan distribusi menjadi hal yang sangat penting.

Nvidia berharap fitur baru ini dapat memperkecil peluang penyalahgunaan chip dan memperkuat kepercayaan pelanggan mereka.

Perusahaan juga menyatakan siap bekerja sama dengan regulator jika dibutuhkan untuk pengawasan lebih lanjut. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Nvidia #KeamananDigital #Teknologi #ChipAI #Blackwell