Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

SMST GMIM di Tomohon Terkendali, Sosok Ini Ikut Beri Peran

Angel Rumeen • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:46 WIB

 

 

Panglima Panji Yosua James Sumendap, sejumlah personel Panji Yosua, bersama Pdt Adolf Wenas.
Panglima Panji Yosua James Sumendap, sejumlah personel Panji Yosua, bersama Pdt Adolf Wenas.

MANADOPOST.ID—Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas terpilih sebagai Ketua BPMS GMIM definitif. Wenas akan melanjutkan pelayanan di periode ini hingga Maret 2027 mendatang. Ini diputuskan dalam pemilihan Ketua BPMS GMIM di SMST ke 38, di Tomohon, Selasa (16/12) tengah malam hingga Rabu (17/12).

Wenas meraih kemenangan yang cukup dramatis. Dia unggul 143 suara atau hanya lebih 1 suara agar tak perlu masuk ke putaran kedua.

Pdt Djefry Saisab, yang disebut-sebut mendapat dukungan penuh dari para kepala daerah dan para tokoh penting GMIM, finish di posisi kedua dengan 129 suara, Pdt Richard Mengko 7 suara, dan Pdt Christian Luwuk 1 suara.

Pelaksanaan SMST berjalan dinamis. Meski sempat diwarnai protes namun, agenda ini berjalan aman, tertib, dan terkendali.

Pantauan Manado Post, salah satu tokoh GMIM yang cukup menonjol di agenda penting gereja ini adalah Panglima Panji Yosua P/KB GMIM James Sumendap. Sosok yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut dua periode dan Bupati Minahasa Tenggara dua periode ini memang dikenal piawai. Bermodal ID Card Panji Yosua, dia leluasa berada di lokasi SMST.

Memang sejak awal Sumendap tampil aktif mengawal jalannya proses. Bahkan sejak tahapan pra-sidang hingga momentum krusial penentuan kepemimpinan sinode.

Meski tidak berada di ruang sidang sebagai pengambil keputusan formal, kehadiran dan perannya di lingkar-lingkar konsolidasi jemaat dan P/KB GMIM dinilai strategis.

Sumendap intens melakukan komunikasi dengan berbagai elemen gereja, khususnya kelompok kaum bapak, untuk menjaga suasana tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan selama SMST berlangsung. Pendekatan persuasif dan pengalaman organisasinya mampu meredam ketegangan yang sempat muncul akibat perbedaan pandangan di antara peserta sidang.

Bahkan peran James Sumendap dikaitkan dengan dinamika pemilihan Ketua BPMS GMIM. Ia disebut-sebut salah satu tokoh yang ikut mengawal dan memperkuat dukungan terhadap terpilihnya Pdt Adolf Wenas.

Seperti diketahui, figur James Sumendap diterima lintas kubu. Hal inilah yang membuat kehadirannya diterima sebagai penyeimbang, terutama di tengah situasi SMST yang secara historis kerap diwarnai tensi tinggi.

Dalam beberapa kesempatan, Sumendap juga mengingatkan pentingnya Panji Yosua sebagai garda moral GMIM, bukan alat konflik. Sikap ini dinilai sejalan dengan semangat SMST yang mengedepankan musyawarah dan ketaatan pada tata gereja.

Banyak pihak kemudian menilai selain peran struktural BPMS dan panitia, kontribusi tokoh non-struktural seperti James Sumendap menjadi faktor pendukung utama terciptanya suasana sidang yang damai dan bermartabat.(*)

Editor : Angel Rumeen