MANADOPOST.ID- Keluarga besar Yayasan Medika GMIM bersukacita di perayaan menyambut Natal. Harmony in Christ, Loving Without Limits jadi tema. Dengan kebahagiaan Natal dibalut komitmen memberikan pelayanan kesehatan dengan kasih untuk seluruh masyarakat di Sulawesi Utara.
Ibadah dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Adolf Wenas. Dari jemaat Inspirasi Tomohon, seluruh tenaga kesehatan, tenaga dokter dan tenaga medis di 5 RS dan 3 Klinik GMIM, kusyuk dalam momentum peribadatan Natal.
Ketua Yayasan Pdt John Slat memimpin keluarga besar Yayasan Medika. Didampingi pengurus, jajaran Direksi bersama pengawasan Yayasan dan BPMS GMIM yang turut dalam ibadah menyambut Natal, Sabtu (20/12).
Merenungi dua bacaan Alkitab. Yohanes 3 ayat 16 dan tema ibadah dalam Kolose 3 ayat 14. Pdt Adolf Wenas merefleksikan tentang kisah pemenang Nobel Nelson Mandela.
Pun dalam perayaan Natal ini, Pdt Adolf menyampaikan Tuhan Yesus datang untuk menebus dan menyelamatkan. "Itulah Natal. Natal bukan fokus pada persiapan lahiriah. Natal menunjukkan kasih Allah. Pengorbanan, pengampunan dan keselamatan. Natal harus mempraktekkan kasih itu," katanya.
Halnya Yayasan Medika GMIM dalam pelayanan kesehatan. "Harus melayani pasien dengan mempraktekkan kasih. Kerja baik dan berbuat yang terbaik. RS banyak, namun apalah artinya jika kasih tidak ada. Kasih harus didahulukan, itu adalah Natal. Dan pasti terjadi persaudaraan yang rukun kalau mempraktekkan kasih. Kasih harus menguasai kita," tegasnya.
Harus baku-baku bae dan aku-baku sayang. "Saya datang sebagai Ketua BPMS untuk bersama mempraktekkan kasih. Apa arti satu jabatan. Biar cuman 1 periode tapi mampu mempersatukan. Kasih yang diwujudkan bukan kasih yang dibicarakan. Mari kita baku-baku bae dan baku-baku sayang," ungkapnya.
"Harus baking bagus bagus rumah sakit. Selagi Tuhan kasih kesempatan. Berikan pelayanan terbaik. Tunjukkan kasih dalam penanganan pasien. Yesus menunjukkan kasih yang melahirkan Gereja. Kasih harus dilaksanakan. Mari kita angkat kasih diatas segalanya, maka disitulah ada persaudaraan dan persatuan," tegasnya lagi.(rez)
Editor : Reza Abdilah