Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Founding Father UNIMA Minta Kampus Perbaiki Komunikasi Publik, Prof Lombok: Usut Tuntas, Jangan Tertutup, Nama Baik UNIMA Dipertaruhkan

Angel Rumeen • Kamis, 1 Januari 2026 | 19:42 WIB

Prof Jan Lombok
Prof Jan Lombok

MANADOPOST.ID
—Mantan Rektor IKIP Manado sekaligus rektor pertama dan founding father Universitas Negeri Manado (UNIMA), Prof Dr Jan Lombok, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus pernyataan tegas kepada seluruh civitas academikq UNIMA terkait peristiwa meninggalnya seorang mahasiswa yang diduga berkaitan dengan kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen.

Guru besar yang telah mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan ini menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mahasiswa UNIMA.

Ia menegaskan peristiwa ini bukan sekadar masalah internal, melainkan menyentuh aspek paling mendasar dari jati diri UNIMA sebagai lembaga pendidikan dan kekuatan moral.

“Saya menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya korban yang merupakan mahasiswa. Apalagi jika nanti ditemukan bukti-bukti lain dari peristiwa ini. UNIMA harus berani, tidak peduli siapa pun yang terlibat, masalah ini harus cepat diselesaikan,” ujar Prof Lombok.

Dia mengingatkan perjalanan UNIMA tidaklah mudah. Ia menyinggung proses konversi IKIP Manado menjadi UNIMA yang penuh tantangan, bahkan lebih sulit lagi saat membangun IKIP di Tondano pada masa awal. Menurutnya, sejarah panjang tersebut membentuk karakter UNIMA sebagai institusi yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga membangun nilai dan moral.

 

“UNIMA bukan hanya membangun trust para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya, tetapi UNIMA adalah moral force itu sendiri. Ingat DNA UNIMA, awalnya kita mendidik guru,” tegasnya.

 

Meski demikian, Prof Lombok optimistis UNIMA mampu melewati krisis ini jika ditangani dengan benar. Ia memaparkan berbagai capaian besar UNIMA di masa lalu sebagai bukti institusi ini memiliki fondasi kuat. UNIMA, kata dia, pernah menjalin program double degree dengan Prancis, menerima lebih dari 12.800 mahasiswa dalam waktu singkat dengan pembukaan berbagai jurusan, fakultas, hingga program pascasarjana baru.

 

Selain itu, lulusan dan dosen UNIMA telah berkiprah sebagai atase pendidikan di luar negeri, pejabat negara, atlet berprestasi, anggota paduan suara berprestasi internasional, hingga pakar di berbagai bidang. UNIMA juga banyak menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual melalui jurnal nasional dan internasional.

 

“Semua pencapaian itu tidak akan runtuh seketika hanya karena diduga ulah orang perorangan. Tetapi syaratnya jelas, segera adakan tindakan tegas dan terukur. Bersihkan UNIMA dari persoalan yang mengganggu tujuan utama UNIMA untuk mendidik,” urai profesor berusia 80 tahun tersebut.

Tambahnya, kalau perlu dinonaktifkan terlebih dahulu supaya proses pemeriksaan lebih lancar.

Sebagai founding father, Prof Lombok menegaskan dirinya tidak rela nama baik UNIMA tercoreng. Ia mendesak pimpinan kampus agar mengusut kasus ini secara terang benderang, menyampaikan proses dan tahapan penanganan kepada publik secara lugas, serta menjatuhkan sanksi yang tegas sesuai aturan.

“Jangan ada kesan tertutup. Publik berhak tahu. Keterbukaan adalah kunci untuk memulihkan kepercayaan,” pungkas Prof Lombok.(*)

Editor : Angel Rumeen