Kedatangan diplomat senior Indonesia ini disambut meriah oleh masyarakat setempat dengan alunan Musik Tawa, musik tradisional khas Kamangta yang dimainkan para musisi lokal. Penjemputan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay bersama rombongan, menandai momen istimewa yang sarat makna kebanggaan daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Djauhari Oratmangun hadir bersama sejumlah tokoh penting nasional dan pelaku usaha strategis. Terlihat diantaranya Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara Erwin Situmorang, CEO PT Jobubu Nicho Lieke, Direktur Operasional Mega Mas Amelia Tungka, serta beberapa investor dan pengusaha lainnya yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi.
Djauhari mengungkapkan bahwa kunjungan ke Kamangta bukanlah yang pertama baginya. Ia mengaku kerap pulang ke desa asal ibunya tersebut di sela-sela kesibukannya sebagai diplomat.
“Saya sudah beberapa kali berkunjung ke kampung halaman ibu saya di sini, Kamangta. Waktu duta besar di Rusia dan Belanda juga pernah kesini,” ungkap Djauhari.
Di balik kesibukan diplomasi tingkat dunia, ada satu hal sederhana yang selalu ia rindukan saat pulang ke Kamangta. Djauhari dengan antusias menyebut pisang goreng khas Kamangta sebagai kuliner terbaik yang pernah ia rasakan.
“Bagi saya, pisang goreng di sini adalah yang terbaik di dunia. The best in the world,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun, lawatan Djauhari Oratmangun ke Bumi Nyiur Melambai kali ini bukan sekadar agenda nostalgia atau pulang kampung. Kunjungan tersebut juga membawa misi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penjajakan dan penguatan kerja sama dengan para investor asal Tiongkok.
Sebagai Dubes RI untuk China dan Mongolia, Djauhari memiliki peran penting dalam membuka peluang investasi dan memperluas jejaring kerja sama internasional. Kehadirannya bersama para pelaku usaha diyakini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara.
Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Kamangta dan Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk dilirik dunia, baik dari sisi budaya, sumber daya, maupun peluang investasi berkelanjutan.(ler)
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan