MANADOPOST.ID—Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mendorong penguatan peran kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dalam rantai pasok global melalui pengembangan layanan direct call pelayaran internasional.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE menegaskan direct call bukan sekadar jalur pengiriman barang, tetapi menjadi magnet strategis bagi masuknya investasi baru ke kawasan timur Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Yulius dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema 'Sulampua Menuju Global Logistics Hub untuk Penguatan Efisiensi dan Daya Saing Logistik Kawasan Timur Indonesia', yang digelar di Aula Gedung Keuangan Negara, Manado, Senin (19/1).
Dalam paparannya, Gubernur menekankan kawasan Sulampua memiliki posisi yang sangat strategis dalam perekonomian nasional. Kinerja ekonomi kawasan ini dinilai stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan, terutama Pulau Sulawesi sebagai satu kesatuan wilayah ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi berada pada kisaran 5,5 hingga 6 persen. Sementara Sulawesi Utara tumbuh stabil di angka 5 sampai 5,6 persen, sejalan bahkan sedikit di atas rata-rata nasional,” ungkap gubernur.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator kuat Sulampua memiliki basis ekonomi riil yang solid serta potensi pertumbuhan jangka menengah yang besar. Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan terkoneksi langsung dengan pasar global.
Gubernur menjelaskan, pengembangan layanan direct call dari pelabuhan di Sulawesi Utara berpotensi memangkas waktu pelayaran menuju negara-negara mitra utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Efisiensi waktu ini secara langsung akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing produk ekspor, serta mempercepat perputaran arus barang.
“Direct call tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya dan waktu, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem logistik kawasan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan apabila layanan direct call dapat berjalan secara reguler dan berkesinambungan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Setiap rute direct call yang berkelanjutan akan mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa kawasan timur Indonesia siap bersaing dalam rantai pasok global,” tegasnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun memberikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memprakarsai FGD tersebut. Ia menilai direct call akan semakin memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok yang selama ini telah terjalin sebagai mitra strategis.
“Tiongkok merupakan mitra dagang strategis Indonesia. Dengan adanya direct call, kerja sama perdagangan akan menjadi lebih efisien dan saling menguntungkan,” kata Oratmangun.
Ia berharap ke depan seluruh infrastruktur pendukung logistik, baik pelabuhan, transportasi, maupun sistem pendataan, dapat terus ditingkatkan guna memastikan kelancaran kerja sama internasional.
FGD ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, serta perwakilan pelaku usaha, APINDO, KADIN, investor, dan operator logistik.(*)
Editor : Angel Rumeen