Desa ini telah melahirkan putra-putra daerah yang berperan penting dalam kehidupan nasional, internasional, dan kemanusiaan.
Almarhum J.M.J. “Nun” Pantouw
Almarhum J.M.J. (Nun) Pantouw merupakan putra Desa Kamangta yang dikenang dalam sejarah sosial masyarakat sebagai figur pengabdian dan keteladanan.
Kiprah beliau menjadi bagian dari memori kolektif desa dan mencerminkan partisipasi warga Kamangta dalam pembangunan bangsa pada masanya.
H.E. Djauhari Oratmangun
(Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok)
H.E. Djauhari Oratmangun adalah diplomat karier Republik Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok.
Penugasan beliau di Beijing menempatkan putra Desa Kamangta pada posisi strategis dalam diplomasi Indonesia, khususnya dalam hubungan bilateral, perdagangan, dan kerja sama internasional.
Jabatan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kamangta dan bukti bahwa desa ini mampu melahirkan sumber daya manusia berkelas global.
Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
(Uskup Merauke – Aktor Perdamaian Nasional)
Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, putra Desa Kamangta, merupakan tokoh nasional dalam bidang keagamaan dan kemanusiaan.
Beliau menjabat sebagai Uskup Amboina pada masa konflik berdarah Ambon dan Maluku (1999–2002).
Dalam periode konflik tersebut, Mgr. Mandagi dikenal sebagai aktor perdamaian, yang secara aktif mendorong dialog lintas iman, rekonsiliasi sosial, dan penghentian kekerasan. Peran beliau meliputi seruan moral, pendampingan korban konflik tanpa diskriminasi, serta upaya membangun kembali kepercayaan sosial.
Saat ini, beliau melanjutkan pengabdian sebagai Uskup Merauke, melayani masyarakat Papua Selatan dengan tantangan sosial dan kemanusiaan yang kompleks.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menegaskan bahwa Desa Kamangta: Berkontribusi nyata bagi sejarah nasional Indonesia, Memiliki modal sosial dan budaya yang kuat, Menjadi sumber lahirnya pemimpin, diplomat, dan tokoh perdamaian bangsa.
SUMBER: Diolah Dari Berbagai Sumber
Editor : Lerby Fabio Tamuntuan