Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

BREAKING NEWS!!! RSIA Kasih Ibu Manado Tutup Permanen, Diduga Masalah Administrasi BPJS

Baladewa Setlight • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:28 WIB
TUTUP: RSIA Kasih Ibu Manado yang berlokasi di Bahu Mall akhir harus tutup permanen.
TUTUP: RSIA Kasih Ibu Manado yang berlokasi di Bahu Mall akhir harus tutup permanen.

MANADOPOST.ID – Kabar mengejutkan mengguncang dunia pelayanan kesehatan di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kasih Ibu Manado, yang berlokasi di Kompleks Bahu Mall, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Malalayang, secara resmi menghentikan seluruh operasional pelayanannya mulai Januari 2026.

Penutupan fasilitas kesehatan yang selama ini menjadi rujukan masyarakat, khususnya pelayanan ibu dan anak, terjadi akibat persoalan administratif yang dinilai fatal dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan dinamika internal, BPJS Kesehatan akhirnya memutuskan kerja sama dengan RSIA Kasih Ibu Manado.

“Resmi ditutup pada bulan Januari ini,” ujar salah satu staf RSIA Kasih Ibu Manado, yang enggan namanya dipublikasikan, saat ditemui Manado Post di lokasi rumah sakit, Kamis (22/1/2026).

Dirinya mengatakan, persoalan utama bermula dari proses pemenuhan persyaratan administratif yang diminta oleh BPJS Kesehatan sebagai bagian dari mekanisme kredensialing dan pembaruan kontrak kerja sama.

“BPJS Kesehatan meminta sejumlah persyaratan untuk dilengkapi agar kerja sama bisa dilanjutkan kembali. Namun, setelah satu persyaratan dilengkapi, diminta lagi persyaratan lainnya. Prosesnya sangat ribet,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat pihak pemilik RSIA Kasih Ibu mengambil keputusan berat untuk menghentikan operasional rumah sakit secara total.

“Dari pemilik akhirnya memutuskan untuk ditutup saja, karena masyarakat juga sulit kalau tidak bisa menggunakan BPJS,” tambahnya.

Ironisnya, di tengah keputusan penutupan tersebut, masih ada masyarakat yang datang ke RSIA Kasih Ibu tanpa mengetahui bahwa rumah sakit itu sudah tidak lagi beroperasi.

“Masih ada yang datang mau melahirkan, tapi sudah tutup, gimana lagi,” tutur staf RSIA dengan nada prihatin.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang selama ini mempercayakan layanan kesehatan mereka kepada RSIA Kasih Ibu Manado.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang selama ini telah berobat di RSIA Kasih Ibu Manado. Kami mohon maaf atas penutupan ini,” sebutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Manado Post, penutupan RSIA Kasih Ibu Manado tidak lepas dari persoalan keterlambatan pengurusan surat pernyataan dokter ahli, yang merupakan salah satu syarat mutlak dalam proses kredensialing BPJS Kesehatan.

Tanpa kelengkapan administrasi tersebut, rumah sakit tidak dapat melanjutkan kerja sama layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang selama ini menjadi tulang punggung pembiayaan mayoritas pasien.

Ketiadaan kerja sama BPJS membuat keberlanjutan operasional rumah sakit menjadi tidak memungkinkan, mengingat sebagian besar masyarakat pengguna layanan kesehatan sangat bergantung pada jaminan tersebut.

Penutupan RSIA Kasih Ibu Manado menjadi pukulan telak bagi dunia kesehatan di Kota Manado. Rumah sakit ini dikenal memiliki layanan yang baik dan sangat dibutuhkan masyarakat, terutama dalam pelayanan kebidanan, persalinan, serta kesehatan ibu dan anak.

Dalam sejumlah unggahan di media sosial, manajemen dan para karyawan RSIA Kasih Ibu menyampaikan salam perpisahan yang sarat emosi.

“Terima kasih untuk 7 tahun pernah jadi bagian dari RSIA Kasih Ibu,” tulis salah satu pesan dalam video perpisahan yang beredar luas di media sosial.

Meski terdapat informasi bahwa RSIA Kasih Ibu telah melayani masyarakat selama kurang lebih 17 tahun, ungkapan perpisahan tersebut menggambarkan kuatnya ikatan emosional tenaga kesehatan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di rumah sakit tersebut.

Selain masyarakat yang kehilangan akses layanan kesehatan pilihan, penutupan ini juga berdampak langsung pada nasib para tenaga medis dan staf nonmedis yang selama ini menggantungkan penghidupan mereka di RSIA Kasih Ibu Manado.

Kasus RSIA Kasih Ibu Manado menjadi cermin keras bagi seluruh pengelola fasilitas kesehatan tentang betapa krusialnya ketepatan waktu dan ketertiban administrasi.

Di tengah regulasi layanan kesehatan yang semakin ketat, kelalaian sekecil apa pun terkait izin praktik, kelengkapan tenaga ahli, maupun dokumen administratif dapat berujung pada penghentian layanan secara permanen.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kemungkinan relokasi, pembukaan kembali dengan manajemen baru, ataupun transformasi layanan di masa mendatang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait dapat segera mengakomodasi kebutuhan layanan kesehatan ibu dan anak di fasilitas kesehatan lain, agar hak masyarakat atas pelayanan kesehatan tetap terpenuhi secara optimal. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#kasih ibu #BPJS #rsia #ibu dan anak #Sulut #sulawesi utara #tutup permanen #Kota Manado #Rumah Sakit