Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Gubernur Yulius Selvanus Tanam Padi di Desa Solog Bolmong, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan Sulut

Angel Rumeen • Jumat, 23 Januari 2026 | 21:35 WIB

 

 

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menunjukkan komitmennya terhadap program swasembada pangan dengan turun langsung ke sawah melakukan tanam padi bersama petani di Desa Solog, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Jumat (23/1).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Padi yang mengusung tema “Tanam Apa yang Dimakan dan Makan Apa yang Ditanam”.

 

Gerakan tersebut dilaksanakan di hamparan lahan pertanian seluas kurang lebih 30 hektare. Dari total luasan itu, sekitar 28 hektare telah ditanami padi dan menjadi salah satu sentra produksi pangan strategis di wilayah Bolmong.

Kehadiran Gubernur disambut antusias oleh kelompok tani dan masyarakat setempat yang berharap perhatian pemerintah terus berlanjut pada sektor pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur turut menanam padi bersama Bupati Bolmong, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah.

Ia menegaskan sektor pertanian merupakan fondasi utama ketahanan pangan sekaligus penopang stabilitas ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem dan fluktuasi harga bahan pokok.

Gubernur menyampaikan kondisi ketersediaan beras di Sulawesi Utara saat ini masih aman dan mencukupi.

Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari kebijakan strategis pemerintah daerah, termasuk pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras cadangan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Beras kita aman dan tercukupi di Sulawesi Utara. Pemerintah rutin melakukan Gerakan Pangan Murah dan menyalurkan beras cadangan pemerintah, terutama saat momentum besar seperti Natal dan Tahun Baru. Ini penting untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem agar inflasi bahan pokok tetap terkendali,” ujar Gubernur.

Ia juga mengungkapkan upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada tahun 2025, inflasi Sulawesi Utara tercatat sebesar 1,23 persen, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah secara nasional.

“Puji Tuhan, inflasi Sulawesi Utara tahun 2025 berada di peringkat tiga terendah di Indonesia. Ini adalah hasil kerja bersama antara pemerintah, petani, dan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Untuk mendukung peningkatan produksi pangan, Gubernur memastikan pemerintah provinsi akan mendistribusikan kembali lahan pertanian seluas sekitar 2.000 hektare. Selain itu, bantuan alat dan sarana pertanian terus diberikan, termasuk hand tractor dan pompa air guna mengantisipasi kekurangan air saat musim kemarau.

“Kami siapkan bantuan dua unit hand tractor untuk Bolmong, satu di Desa Solog dan satu di lokasi lainnya. Saya juga akan membantu lima unit pompa air supaya saat kemarau nanti panen tidak bergantung pada hujan,” jelasnya.

Gubernur menekankan pentingnya pemanfaatan hasil panen secara bijak. Ia mengingatkan agar petani menggunakan hasil produksi untuk kebutuhan keluarga, sebagian dijual, dan tidak menimbun hasil panen yang dapat memicu inflasi.

“Tanam yang kita makan, makan yang kita tanam. Sebagian dijual, jangan ditimbun. Daerah lain juga membutuhkan suplai pangan dari Bolmong,” tegasnya.

Menanggapi keluhan terkait akses jalan menuju lahan pertanian yang belum terbuka, Gubernur memastikan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, termasuk pembukaan akses menggunakan alat berat hingga pengaspalan jalan.

 

“Kalau perlu kita turunkan ekskavator untuk buka jalan. Setelah itu kita aspal supaya petani lebih semangat. Petani sejahtera, masyarakat sejahtera, pemerintah juga bahagia,” tandasnya.

Diketahui, produksi beras Sulawesi Utara pada tahun 2025 meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan mencapai 233 ribu ton. Peningkatan ini turut didukung oleh bantuan alat dan mesin pertanian serta benih dari pemerintah pusat dengan total nilai sekitar Rp65 miliar hasil koordinasi dan lobi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.(gel)

Editor : Angel Rumeen