MANADOPOST.ID--Duka mendalam dirasakan handai taulan Helena Elissa Kowaas, 13 tahun, putri tercinta keluarga Pendeta GMIM yang meninggal dunia awal pekan ini di RSUP Prof Kandou, Malalayang.
Ironinya, remaja Helena meninggal setelah didiagnosa tim medis diserang diabet. Proses meninggal pun sangat cepat.
Dia masih sempat ke sekolah, begitu pulang Pastori (rumah pendeta) merasa tidak enak badan, lalu diantar ke rumah sakit. Kemudian tak sadarkan diri, dan meninggal dunia.
“Penyakit gula ternyata tidak mengenal usia. Sangat baik diedukasi ke orang-orang agar jangan berlebihan mengonsumsi soft drink,” kata Pdt Erni JV Untu MTh saat memimpin ibadah penghiburan.
Bahkan ada pasien bocah di ICU Prof Kandou, baru berusia 8 tahun sudah dilakukan insulin akibat diserang diabet.
Terinformasi, banyak anak-anak telah mengalami gagal ginjal dan cuci darah. Umumnya akibat terlalu sering mengonsumsi soft drink.(*)
Editor : Clavel Lukas