MANADOPOST.ID – Mengacu pada kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) kembali mematok target pertumbuhan laba kotor yang cukup besar tahun ini, yakni Rp500 miliar.
Angka ini ditegaskan langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) BSG, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa Selasa (10/2).
“Kerja BSG sepanjang tahun 2025 itu luar biasa. Target laba tercapai. Karena itu, tahun ini kami menargetkan laba kotor sebesar Rp500 miliar,” ujar Yulius Selvanus, yang saat itu didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Sulut Johannes Victor Mailangkay serta jajaran Direksi dan Komisaris.
YSK optimistis target ini dapat dicapai seiring terbentuknya formasi baru di jajaran Komisaris dan Direksi BSG. Dirinya meyakini susunan manajemen yang baru akan membawa semangat dan energi baru bagi pertumbuhan bank daerah tersebut. “Saya yakin dengan semangat baru ini, BSG akan semakin solid dan terus bertumbuh,” katanya.
Ia juga menegaskan penambahan jumlah Komisaris dan Direksi tidak akan menambah beban operasional bank. Anggaran yang dialokasikan untuk gaji tetap sama seperti sebelumnya. “Semua tetap sama. Anggaran gaji lima Komisaris dan lima Direksi sebelumnya, tetap sama meskipun sekarang menjadi enam Komisaris dan enam Direksi. Tidak ada penambahan,” tegasnya.
Selain itu, Yulius kembali menekankan, sesuai kesepakatan RUPS, seluruh pemegang saham tetap memiliki kewenangan dalam pengelolaan kantor cabang BSG yang berada di daerah masing-masing. “Semua ini demi kemajuan bersama. Semoga dengan semangat baru ini, BSG akan semakin bertumbuh,” harapnya.
Harapan ini turut diamini oleh Komisaris Utama BSG Vicky Lumentut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pemegang saham atas kepercayaan yang diberikan.
Mantan Wali Kota Manado itu menjelaskan, lingkup kerja Komisaris mencakup dua hal utama, yakni melakukan pengawasan serta memberikan nasihat kepada Direksi, dengan tujuan yang sama untuk memajukan BSG.
“Saya berharap seluruh Komisaris, Direksi, dan pemegang saham dapat terus bersinergi agar BSG terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi perekonomian Sulawesi Utara dan Gorontalo,” ungkapnya.
Diketahui, melalui keputusan RUPS-LB, BSG menetapkan enam Komisaris dan enam Direksi. Jabatan Direktur Utama tetap dipercayakan kepada Revino Pepah, sementara posisi Komisaris Utama kini dijabat Vicky Lumentut, menggantikan Komisaris Utama sebelumnya Ramoy Luntungan.
Selama periode kepemimpinan Direksi dan Komisaris sebelumnya, kinerja BSG tercatat solid dan terus bertumbuh. Berdasarkan data tahun 2025, aset BSG mencapai Rp23,6 triliun, tumbuh 12,13 persen (year on year/YoY). Sementara laba tahun berjalan sebelum pajak Rp372 miliar dan laba bersih tercatat sebesar Rp281 miliar. Angka ini tumbuh 26,6 persen (YoY).
Direktur Utama Revino Pepah memaparkan bahwa kinerja keuangan BSG sepanjang tahun 2025 mencatatkan laba tertinggi dalam enam tahun terakhir. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang akan dibenahi pada tahun 2026 guna mendorong diversifikasi bisnis.
“Kami akan melakukan ekspansi bisnis yang berkualitas, optimalisasi biaya, serta penguatan tata kelola untuk menunjang keberlanjutan Rencana Bisnis Bank,” pungkasnya.
Editor : Ayurahmi Rais