Kedua, Rabu (11/02/2026), seorang anggota Brimob Polda Sulut menjadi korban sajam jenis panah wayer di bagian kaki, saat dirinya bersama rekan-rekannya mengamankan lokasi perkelahian di Kelurahan Sindulang, Kota Manado. Tanpa menunggu lama, pelakunya langsung ditangkap oleh Tim Resmob Polda Sulut tadi malam.
Berikut kronologi Kasatreskrim Polresta Manado jadi korban tabrak lari. Di tengah upaya meredam situasi, sebuah sepeda motor tiba-tiba melaju kencang dan menabrak AKP Elwin Kristanto.
Bukannya berhenti, pelaku justru langsung tancap gas melarikan diri dari kejaran petugas. Beruntung AKP Elwin dalam keadaan baik meskipun sempat terkena benturan kendaraan. Peristiwa ini menjadi atensi Polda Sulut.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Hasibuan mengatakan akan menindak tegas pelaku. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) adalah ancaman serius yang tidak akan ditoleransi.
"Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena membahayakan keselamatan aparat dan masyarakat. Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku sesuai hukum yang berlaku," tegas Kombes Pol Alamsyah Hasibuan.
Dalam keributan tersebut, Polisi berhasil meringkus tiga pemuda yang diduga terlibat dalam keributan tersebut, yaitu DP (24) yang kedapatan membawa pisau badik besi putih, VK (29) membawa pelontar dan anak panah wayer yang sudah terpasang dan ET (26) yang turut diamankan bersama kedua rekannya. Ketiganya beserta barang bukti telah digelandang ke Mapolresta Manado.(gnr)
Editor : Grand Regar