MANADOPOST.ID—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Presiden RI Presiden Prabowo Subianto memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Selain anak-anak hingga ibu hamil menikmati program ini, pun bakal berdampak pada perekonomian.
Ini menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Manado Post, Kamis (12/2), kemarin, yang dihadiri langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung.
Dalam pemaparannya, putra Minahasa Utara menyampaikan beberapa fakta luar biasa dibalik program prioritas Presiden Prabowo itu. "Kita hitung-hitungan kalau 600 ribu penerima manfaat di Sulut, di kali Rp15 ribu sehari, di kali 24 hari dalam sebulan, kemudian kita kali 12 bulan, itu totalnya Rp2,5 sampai Rp2,6 triliun," tegasnya.
Diketahui di tahun 2026 ini, penerima manfaat MBG di Sulut mencapai 600 ribu orang. Maka jika 600 ribu orang di kali 15 ribu per porsi, ada di angka Rp9 miliar. Kemudian di kali 24 hari sekolah adalah Rp216 miliar. Dalam 12 bulan, setahun menghasilkan Rp2,592 triliun rupiah uang berputar di bumi nyiur melambai dari program MBG. Menurut dia angka ini cukup fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan APBD Sulut Rp3,1 triliun.
Maka dalam kesempatan FGD ini banyak hal yang disampaikan Jenderal Pusung. "Paling utama saya sangat berterima kasih kepada Manado Post yang menyelenggarakan FGD terkait Makan Bergizi Gratis (MBG). Memang secara tidak terencana saya hadir. Saya hanya kebetulan datang mendengar informasi dari teman-teman, bahwa Manado Post mau menyelenggarakan FGD," tegasnya.
Untuk itu, dirinya menitipkan pesan agar masyarakat Sulawesi Utara gencar untuk menyiapkan bahan pangan, atau jadi penyuplai para dapur MBG.
"Waktu inilah yang saya manfaatkan. Karena bagi saya ini sangat sangat penting. Untuk bisa menghimbau masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. Agar bisa lebih giat lagi menyiapkan bahan pangannya untuk bisa mensuplai, dengan kurang lebih penerima manfaat yang terdata ada sekira 600 ribu di seluruh Sulawesi Utara. Data ini belum termasuk guru-guru," terangnya.
Jadi jumlahnya bisa bertambah lagi. Maka ini semua kalau bisa tersuplai oleh masyarakat yang ada di Sulawesi Utara, akan sangat membuka peluang untuk pengembangan ekonomi. Khususnya para petani. Sebab apapun pasti akan dibeli atau dimanfaatkan oleh MBG," tambahnya.
Dirinya berharap masyarakat mendukung program bapak Prabowo Subianto ini. "Sebab ini sangat mulia. Itu jumlah uang yang akan beredar dalam satu tahun di Sulawesi Utara. Maka itu akan menambah APBD Sulawesi Utara yang sekira Rp3,1 triliun saat ini," katanya lagi.
"Ini sangat luar biasa dan membuka peluang yang sangat baik untuk masyarakat di Sulawesi Utara. Mari dukung MBG untuk kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara, untuk anak-anak Indonesia yang cerdas dan ceria," tegasnya lagi.
Di waktu yang sama, dirinya pun membeberkan jika BGN terus melakukan perbaikan dan pengembangan dalam program MBG yang ditujukan untuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, mendukung pertumbuhan sehat, dan meminimalkan risiko gizi buruk. “Kami menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah,” ujar Pusung.
Menurut dia survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan publik terhadap pelaksanaan program MBG.
Survei tersebut, yang dipresentasikan oleh Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mencatat sebanyak 12,2 persen responden sangat puas, sementara 60,6 persen cukup puas terhadap program MBG.
Secara keseluruhan, 72,8 persen warga menyatakan puas dengan layanan makan bergizi gratis yang diberikan di sekolah. Burhanuddin menegaskan, tren ini menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak.
Pusung menekankan keberhasilan MBG tidak lepas dari dukungan masyarakat. “Kami berharap dukungan dan bantuan segala elemen masyarakat untuk terus membantu dan memperhatikan program mulia ini. Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan,” tambahnya.
Program MBG sendiri meliputi penyediaan makanan bergizi yang seimbang, pemantauan kualitas bahan, serta edukasi gizi bagi siswa dan guru di sekolah. BGN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan program, dan menyesuaikan menu dengan kebutuhan gizi anak-anak sesuai usia dan kondisi lokal.
Menurut Pusung, masukan dari masyarakat sangat penting agar program MBG dapat berjalan optimal. Pemerintah berharap partisipasi aktif publik, termasuk orang tua, guru, dan komunitas, agar pengawasan di lapangan lebih efektif dan semua anak mendapatkan manfaat maksimal.
Dalam FGD kemarin, sejumlah pihak berkepentingan dihadirkan. Di antaranya Kepala Regional BGN Sulut Devenia Mokodongan, mitra BGN Peggy Mekel dan Vecky Palit, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Rima Lolong Mkes, perwakilan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, perwakilan Dinas Pangan Sulut, Direktur Utama LSP Pariwisata Bunaken Indonesia Prof Dr Bet El Silisna Lagarense MM.Tour, akademisi Faperta Unsrat Ir Erny Nurali MS.(*)
Editor : Angel Rumeen