Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pertumbuhan Ekonomi Sulut Nyaris 6 Persen, Tertinggi Disumbang Lapangan Usaha Makan Minum MBG

Tommy Waworundeng • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:47 WIB

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Pur) Lodewyk Pusung, Program MBG dari Presiden RI Bpk Prabowo Subianto memberikan multiplier effect bagi masyarakat
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Pur) Lodewyk Pusung, Program MBG dari Presiden RI Bpk Prabowo Subianto memberikan multiplier effect bagi masyarakat

MANADOPOST.ID-Program Presiden RI Prabowo Subianto  Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi penggerak baru terhadap perekonomian daerah dan nasional. Jika dapur MBG sudah berdiri 100 persen di seluruh Indonesia, target pertumbuhan ekonomi 8 persen akan tercapai.

Contoh program MBG menjadi pendororng pertumbuhan ekonomi saat ini, bisa dilihat data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara.

Rilis BPS Sulut terbaru 5 Februari, Ekonomi Sulut pada Triwulan IV-2025 dibandingkan Triwulan IV-2024 tumbuh sebesar 5,95 persen (y-on-y) atau nyaris menyentuh 6 persen.

Menurut data BPS, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha  Makan Minum. Lapangan usaha makan minum ini  bertumbuh mencapai 20,67 persen, tertinggi dibanding lapangan usaha lain.

Lapangan usaha makan minum ini bertumbuh signifikan, seiring dengan makin banyaknya penerima manfaat dan dapur MBG yang didirikan oleh masyarakat di Sulut.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Letjen TNI (Pur) Lodewyk Pusung kepada Manado Post menjelaskan,  Program MBG dari Presiden RI Bpk Prabowo Subianto memberikan multiplier effect bagi masyarakat. "Selain anak-anak hingga ibu hamil menikmati program ini, juga  berdampak positif  bagi perekonomian daerah," ujar Pusung.

"Saya tadi hitung-hitungan dengan Manado Post, sampai Desember tahun 2024, di Sulut sudah ada  600 ribu penerima manfaat. 600 ribu dikali Rp15 ribu sehari, di kali 24 hari dalam sebulan, kemudian kita kali 12 bulan, itu totalnya Rp2,5 sampai Rp2,6 triliun," tegasnya.

Diketahui sampai akhir tahun 2025 ini, penerima manfaat MBG di Sulut mencapai 600 ribu orang. Maka jika 600 ribu orang di kali 15 ribu per porsi, ada di angka Rp9 miliar. Kemudian di kali 24 hari sekolah adalah Rp216 miliar.

Dalam 12 bulan, setahun menghasilkan Rp2,592 triliun  berputar di bumi Nyiur Melambai dari program MBG. Menurut dia angka ini cukup fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan APBD Sulut Rp3,1 triliun.

Untuk itu, dirinya menitipkan pesan agar masyarakat Sulawesi Utara gencar untuk menyiapkan bahan pangan, atau jadi penyuplai para dapur MBG.

"Waktu inilah yang saya manfaatkan. Karena bagi saya ini sangat sangat penting. Untuk bisa menghimbau masyarakat yang ada di Sulawesi Utara. Agar bisa lebih giat lagi menyiapkan bahan pangannya untuk bisa mensuplai, dengan kurang lebih penerima manfaat yang terdata ada sekira 600 ribu di seluruh Sulawesi Utara. Data ini belum termasuk guru-guru," terangnya.

Jadi jumlahnya bisa bertambah lagi. Maka ini semua kalau bisa tersuplai oleh masyarakat yang ada di Sulawesi Utara, akan sangat membuka peluang untuk pengembangan ekonomi. Khususnya para petani. Sebab apapun pasti akan dibeli atau dimanfaatkan oleh MBG," tambahnya.

Dirinya berharap masyarakat mendukung program bapak Prabowo Subianto ini. "Sebab ini sangat mulia. Itu jumlah uang yang akan beredar dalam satu tahun di Sulawesi Utara. Maka itu akan menambah APBD Sulawesi Utara yang sekira Rp3,1 triliun saat ini," katanya lagi.

"Ini sangat luar biasa dan membuka peluang yang sangat baik untuk masyarakat di Sulawesi Utara. Mari dukung MBG untuk kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara, untuk anak-anak Indonesia yang cerdas dan ceria," tegasnya lagi.

Di waktu yang sama, dirinya pun membeberkan jika BGN terus melakukan perbaikan dan pengembangan dalam program MBG yang ditujukan untuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.

Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, mendukung pertumbuhan sehat, dan meminimalkan risiko gizi buruk. “Kami menjalankan perintah dari Presiden. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh anak-anak kami di sekolah,” ujar Pusung.

Menurut dia survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan kepuasan publik terhadap pelaksanaan program MBG.

Survei tersebut, yang dipresentasikan oleh Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mencatat sebanyak 12,2 persen responden sangat puas, sementara 60,6 persen cukup puas terhadap program MBG.

Secara keseluruhan, 72,8 persen warga menyatakan puas dengan layanan makan bergizi gratis yang diberikan di sekolah. Burhanuddin menegaskan, tren ini menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan gizi anak-anak.

Pusung menekankan keberhasilan MBG tidak lepas dari dukungan masyarakat. “Kami berharap dukungan dan bantuan segala elemen masyarakat untuk terus membantu dan memperhatikan program mulia ini. Kami mohon bantuan masyarakat agar kami terus melakukan perbaikan, serta bantu kami dalam bentuk pengawasan program di lapangan,” tambahnya.

Program MBG sendiri meliputi penyediaan makanan bergizi yang seimbang, pemantauan kualitas bahan, serta edukasi gizi bagi siswa dan guru di sekolah. BGN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan program, dan menyesuaikan menu dengan kebutuhan gizi anak-anak sesuai usia dan kondisi lokal.

Menurut Pusung, masukan dari masyarakat sangat penting agar program MBG dapat berjalan optimal. Pemerintah berharap partisipasi aktif publik, termasuk orang tua, guru, dan komunitas, agar pengawasan di lapangan lebih efektif dan semua anak mendapatkan manfaat maksimal.

Dalam FGD kemarin, sejumlah pihak berkepentingan dihadirkan. Di antaranya Kepala Regional BGN Sulut Devenia Mokodongan, mitra BGN Peggy Mekel dan Vecky Palit, ⁠Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Rima Lolong Mkes, perwakilan Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, perwakilan Dinas Pangan Sulut, Direktur Utama LSP Pariwisata Bunaken Indonesia Prof Dr Bet El Silisna Lagarense MM.Tour, akademisi Faperta Unsrat Ir Erny Nurali MS.(*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Sulut #BGN #Mbg #Pusung #pertumbuhan ekonomi #lodewijk