Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Usia Pelayanan 28 Tahun Ditapaki GMIM Yudea Paal Dua: Bawa Semangat Persekutuan, Bertumbuh dan Berbuah Warnai Perjalanan Jemaat

Reza Abdilah • Minggu, 1 Maret 2026 | 18:23 WIB

Sukacita terpancar saat puncak ibadah syukur HUT GMIM Yudea Paal Dua ditandai dalam peniupan lilin ulang tahun ke 28
Sukacita terpancar saat puncak ibadah syukur HUT GMIM Yudea Paal Dua ditandai dalam peniupan lilin ulang tahun ke 28

 

MAANDOPOST.ID- Perjalanan iman di Jemaat Yudea Paal Dua telah menapaki usia pelayanan 28 tahun. Menjadi persekutuan orang percaya yang menyatukannya di 10 kolom pelayanan kini. Dari berbagai latar belakang kehidupan, jadi semangat persekutuan dalam kasih Tuhan yang mewarnai perjalanan jemaat, untuk bertumbuh dan berbuah di lingkungan pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Disyukuri dalam peribadatan yang berlangsung, Minggu (1/3). Yang juga dalam penghayatan Minggu Sengsara ke 2. Dipimpin Wakil Ketua Bidang BPMS GMIM bidang Misi dan Hubungan Kerjasama Pdt Dr. Anthonius Dan Sompe, M.Teol, merefleksikan firman dalam perenungan dalam bacaan Yeremia 18 ayat 1 sampai 17.

Bersyukur bersama seluruh perangkat pelayanan jemaat. Turut serta Ketua BPMW Manado Timur VI Pdt Erni Untu bersama para pendeta yang pernah melayani di 28 tahun pelayanan. Yang kini dilayani Ketua BPMJ Yudea Paal Dua Pdt Vally Agnes Pelealu.

Didalamnya ada selayang pandang perjalanan 28 tahun yang disampaikan Sekretaris BPMJ Pnt Marlon Sumaraw. Dan disaksikan seluruh jemaat dan tamu undangan lewat video.

Maka dalam khotbahnya, Pdt Dan menyampaikan bahwa dalam perayaan ulang tahun ada tiga refleksi. "Pertama tentang dimensi syukur bersama jemaat, karena Tuhan perkenankan 28 tahun. Tuhan telah memakai banyak orang untuk melayani. Sudah ada 6 pendeta (Ketua BPMJ) untuk melayani bersama di jemaat ini bersama pelayanan khusus," katanya.

Selanjutnya adalah evaluasi. Kata Pdt Dan, pendeta dan pelayanan khusus harus berani mengevaluasi diri, seperti tugas panggilan gereja, yakni bersekutu, bersaksi dan melayani. "Ketiga sesudah syukur dan evaluasi, adalah dimensi tekad. Ini harus terpatri juga hari ini. Bahwa pelayanan hari ini harus lebih baik dalam pelayanan esok. Punya tekad untuk lebih baik dalam pelayanan bagi Tuhan," ungkapnya.

Dalam bacaan ini dengan tema: Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan Ku. Menurut Pdt Dan, ini menjawab realita kehidupan. "Di dunia modern semakin menjauhkan kehidupan dari Tuhan. Sebab dalam refleksi teologis, banyak orang yang meninggalkan gereja. Di mana-mana ada krisis keluarga. Juga bergumul krisis identitas sebagai umat Kristen. Dan sedang berada dalam krisis moral. Keretakan hidup juga jadi pergumulan saat ini," tegasnya.

Pesan kuat dalam bagian bacaan ini, ungkapnya, bahwa Allah membentuk dan manusia harus bersedia. "Maka ketika firman disampaikan harus ada kesediaan dan tekad kita dibentuk. Pembentukan Allah harus jadi bagian dari orang percaya. Maka kita sangat berbahagia. Banyak kerusakan dalam hidup ini, ternyata Tuhan dapat membentuk kita dengan banyak cara. Untuk itu, jagan kita putus asa. Baik dari perjalanan hidup, dari kegagalan, kita harus yakin kita sementara di bentuk oleh Allah," tegasnya lagi.

Editor : Reza Abdilah
#Bertumbuh #28 tahun #GMIM Yudea Paal Dua #berbuah