Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sumitronomics Prabowonomics Solusi Indoensia Emas: Piagam Permesta Isinya Perjuangan Bangsa untuk Kesejahteraan Rakyat

Reza Abdilah • Selasa, 3 Maret 2026 | 09:52 WIB

Ketua MKB Permesta Philip Pantouw saat jadi pembicara utama bersama Willy Rawung, Elisa Regar, Elvira Katuuk, Johnny Lieke, yang dipandu moderator Tommy Waworundeng
Ketua MKB Permesta Philip Pantouw saat jadi pembicara utama bersama Willy Rawung, Elisa Regar, Elvira Katuuk, Johnny Lieke, yang dipandu moderator Tommy Waworundeng

 

MANADOPOST.ID- Kemarin, 2 Maret 2026, dimaknai dalam ulang tahun ke 69 Piagam Permesta. Maka ide-ide yang melatarbelakangi pergerakan Permesta yang telah ada dari 1957, dibahas tuntas dalam Diskusi Panel yang berlangsung di Grha Pena Manado Post, kemarin.

Dengan tujuan Soemitronomics dan Prabowonomics menuju Indonesia Emas 2045. Menghadirkan para intelektual, sejarawan, budayawan, guru besar dan pengusaha di Sulawesi Utara.

Pasalnya piagam Permesta yang diproklamasikan pada tahun 1957 di Makassar merupakan tonggak sejarah koreksi daerah terhadap kebijakan pembangunan nasional. Semangatnya menekankan pemerataan, keadilan ekonomi dan penguatan daerah, sebagai pilar kemajuan bangsa.

Maka dijabarkan jelas dalam diskusi panel ini, bahwa sejalan dengan itu, pemikiran Sumitro Djojohadikusumo tentang Ekonomi Benteng atau Sumitronomics dan visi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dikenal Prabowonomics, menjadi benang emas untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan Visi Indonesia Maju Untuk Indonesia Emas 2045.

Halnya ditegaskan Ketua Majelis Keluarga Besar (MKB) Permesta Philip Pantouw. Dirinya menegaskan bahwa Sumitro adalah Semangat dan Prabowo dalam Gerakan. Menurutnya tema ini dikemukakan, bukan sekedar gambaran, bahwa Prof Sumitro adalah tokoh nasional yang akan melanjutkan Indonesia menuju Indonesia emas.

"Kita harus mendukung kenyataan sejarah ini. Terjadi ketidakpuasan bahwa pemikiran beliau, betentangan dengan pemerintah saat itu (orde lama). Sedangan paham Sumitro adalah menuju pasar terbuka, untuk mencapai Indonesia Emas," katanya menambahkan pemikiran yang sama dilakukan Tiongkok sehingga bisa berkembang sampai saat ini. "Ternyata pemikiran Prof Sumitro benar," tegasnya.

 

Rektor Unsrat Manado Prof Berty Sompie turut jadi pembicara dalam diskusi panel di Grha Pena Manado Post
Rektor Unsrat Manado Prof Berty Sompie turut jadi pembicara dalam diskusi panel di Grha Pena Manado Post

 

Lanjutnya bahwa konsepsi Permesta adalah pokok pikiran Prof Sumitro yang tertuang dalam piagam Permesta. "Jadi Permesta adalah langkah pertama untuk mewujudkan konsep pemikirannya. Ini benang emas. Pertama Permesta hanya melakukan tindakan politik yang dituangkan dalam piagam Permesta. Diajukan ke bung Karno namun tidak ditanggapi serius. Malah langsung ditanggapi dengan penyerangan di Manado," terangnya.

"Permesta hanya mengadakan pembelaan diri. Permesta bukan pemberontak. 69 tahun Permesta di distorsi dengan tidak kesesuaian," terangnya.

Maka sekali lagi ditegaskan Pantouw. "Sehingga kita kenal Prabowonomics adalah tiruan pikiran yang diambil dari ide bapaknya. Ini menjabarkan apa yang diupayakan oleh Permesta dahulu. Ini harus diluruskan pandangan keliru. Saatnya kita meluruskan apa yang sebenarnya, pemesta tidak memberontak," terangnya.

Apa yang diperjuangkan dalam piagam Permesta, akan dilanjutkan Presiden Prabowo. "Saatnya kita bangga. Kita bisa bersyukur bisa mendapatkan kesenangan untuk meluruskan Permesta. Hidup Permesta! tegasnya lagi.

Ditambahkan Ketua Perhimpunan Tou Minahasa dalam Willy Rawung dalam refleksi historis Sumitronomics yang disusunnya bersama Philip Pantouw, ada beberapa garis besar. Yakni program Benteng tahun 1950-1957, Piagam Semesta tanggal 2 Maret 1957, Trilogi Pembangunan pada 1968-1998 dan Prabowonomics di 2024-2045.

Menurutnya Sumitronomics yang bertumpu pada tiga pilar utama. Yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan manfaat pembangunan dan stabilitas nasional yang dinamis.

"Saya tidak terlibat langsung (Permesta). Kami menuliskan ini dengan sumber yang resmi. Tidak ada yang kami karang, kami kutip kalimat langsung. Dan namanya tulisan ada kekurangan, maka diskusi ini untuk melihat perspektif untuk diskusi. Agar menambah pemahaman kami. Yang ditujukan untuk generasi muda atau yang menangkap salah dari sudut pandang lain," tegasnya.

Maka Prabowonomics merupakan konsep pemikiran Dr Sumitro yang tercermin dalam rangkaian Program Benteng, Piagam Permesta serta Trilogi Pembangunan Orde Baru. "Kita memahami bahwa Prabowonomics yang merupakan Program Asta Cita Prabowo Subianto-Gibran menuju Indonesia Emas tahun 2045 tidak lain adalah titisan Sumitronomics yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masa kini," ungkapnya.

"Pertumbuhan ekonomi tinggi, kedaulatan ekonomi, intervensi negara dalam sektor vital, serta sinergi fiskal dan investasi untuk pemerataan. Konsep Prabowononics bagaikan kemuncak untaian benang emas dalam Sumitronomics. Hilirisasi untuk memberi nilai tambah, MBG, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, Koperasi Desa Merah Putih, Desa Nelayan, Swasembada Beras, Ketahanan Pangan, pemberantasan korupsi, Danantara, Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh masyarakat dan lainnya. Prabowonomics memotong mata rantai kemiskinan ekstrem rakyat Indonesia," tegasnya dikutip dalam refleksi histori Sumitronomics.

Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Elvira Katuuk menyampaikan beberapa hal. Di materi yang disampaikan, dirinya menyampaikan beberapa gambaran terkait Prabowonomics dan relevansinya dengan Permesta. Bahkan juga terkait relevansi Permesta terhadap kebijaksanaan pembangunan Sulawesi Utara yang tergambar dalam RPJMD 2025-2029.

"Relevansi dibawah Gubernur ke RPJMD. Ketika Sulut ambil bagian menuju Indonesia Emas sampai pada Visi harus selaras pusat dan daerah," katanya.

"Selaras dengan Prabowonomics dibawah dalam visi Sulawesi Utara dengan 17 program unggulan yang akan dilakukan selama 5 tahun untuk menuju Sulawesi Utara yang maju, sejahtera dan Berkelanjutan. Juga telah ditetapkan RKPD 2026 ini," tambahnya.

Dalam kesimpulannya, secara historis, semangat Permesta lahir dari tuntutan akan pemerataan pembangunan, keadilan pengelolaan sumber daya,
serta penguatan otonomi daerah.

"Pada saat ini, nilai-nilai perjuangan Permesta tersebut menjadi relevan sebagai landasan normatif dalam perumusan kebijakan pembangunan Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025-2029," tegasnya.

"Khususnya dalam mendorong kemandirian fiskal daerah, hilirisasi komoditas unggulan, pembangunan berbasis kewilayahan, serta transformasi ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan," tambahnya lagi.

Sementara itu, dalam pemaparan Rektor Unsrat Prof Berty Sompie, dirinya menyampaikan terkait Kesra Prabowo atau Prabowonomics di era kepemimpinan Pragib. Ada poin yang ditegaskan. Yakni fokus pada kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional, juga penguatan sektor strategis, hilirisasi industri dan kemandirian ekonomi, keadilan sosial berbasis ekonomi kerakyatan.

"Relevansi piagam dengan analisis Prabowonomics adalah semangat perjuangan semesta dalam konteks
modern, kedaulatan ekonomi sebagai fondasi kesejahteraan, integrasi pertahanan dan ekonomi nasional," katanya.

Ada juga untuk analisis perbandingan antar era. "Soemitronomics adalah proteksi dan nasionalisasi ekonomi. Trilogi Pembangunan adalah tabilitas dan pertumbuhan. Prabowonomics adalah ketahanan dan kesejahteraan strategis. Kesamaannya, kedaulatan dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama," terangnya.

Maka dirinya masuk pada kesimpulan. "Piagam Perjuangan Semesta memiliki relevansi lintas era. Menjadi benang emas kebijakan ekonomi nasional. Transformasi strategi, namun tujuan tetap kedaulatan dan kesejahteraan bangsa," tegasnya lagi.(*) 

Editor : Reza Abdilah
#Prabowonomics #Sumitronics #indonesia emas 2045