MANADOPOST.ID- Koperasi adalah sokoguru perekonomian Nasional. Hal inilah yang kini digencarkan pemerintah, untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa dan kelurahan. Lewat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Wilayah Sulawesi Utara maupun 15 daerah kabupaten/kota, akan menjadi pemicu koperasi yang kuat.
Mulai dari aspek kelembagaan, tata kelola, sumber daya manusia, permodalan hingga keberlanjutan usaha. Terlebih dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan, yang merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Hal ini yang tergambar jelas dalam FGD di Grha Pena Manado Post, Sabtu (7/3) akhir pekan lalu. Yang dimoderatori Pemred Manado Post Filip Kapantow, dengan mengangkat topik 'Peran Dekopin Membangun Sulit Maju, Sejahtera dan Berkeadilan Menuju Indonesia Emas 2045'. Yang membawa semangat agar koperasi mampu mengelola potensi lokal, memperkuat UMKM, memperluas akses pembiayaan serta menjadi instrumen distribusi manfaat ekonomi yang lebih merata.
Seperti ditegaskan Sekretaris Dekopinwil Sulut Dra Christiana Vicolina Pusung, MSi. "Terima kasih kepada Manado Post yang menginisiasi pertemuan ini. Sebab banyak yang akan kita kerjakan di wilayah dan daerah," katanya menambahkan secara singkat Dekopinwil baru terbentuk di Oktober 2025, bahkan dalam jangka waktu 3 bulan, pihaknya menyelesaikan Musda Dekopinda dengan cepat.
"Karena kami sadari bahwa Dekopin sangat dibutuhkan untuk bagaimana mengantisipasi terutama adanya Koperasi Merah Putih (KMP). Khusus di Sulut ada koperasi tambang," ungkapnya.
Lanjutnya bahwa Dekopin di Sulut sudah ada sejak 2013. Dan kini didorong Gubernur Yulius Selvanus untuk gerak cepat. "Setelah dilantik langsung menjadi narasumber diklat KMP, ada 1937 KMP seantero Sulut. Ada KMP dan koperasi tambang yang untuk memberdayakan perekonomian masyarakat," tegasnya.
"Kalau tanya koperasi bahwa bahasanya adalah hanya simpan pinjam. Padalah ada banyak hal. Dengan adanya KMP kita lebih banyak anggota karena dibentuk tiap desa dan kelurshan. Persoalannya KMP orientasi bisnis. Sebab harus ada hasil atau income," tambahnya.
Namun KMP kini kendalanya ada di lahan. "Sebab lahan harus tanpa masalah dari pemerintah setempat untuk dibangun oleh pemerintah pusat. Kendalanya yang ada di kota, tapi mungkin ada solusi dan kebijakan sendiri nanti, sebab baru satu tahun ada," terangnya.
Dirinya menegaskan bahwa peran Dekopinwil tentu menjadi sangat penting dalam menghadapi KMP dan koperasi tambang, tanpa mengesampingkan koperasi lain. "Sebab semua bentuk koperasi adalah bagian dari Dekopin. Dengan dasar UU Perkoperasian," katanya lagi.
Untuk itu, kini Pergub terkait khusus Koperasi Pertambangan sementara dibicarakan. "Pergub rencananya bulan depan. Akan dinyatakan peran dari Dekopin dalam koperasi nanti khusus di pertambangan. Artinya akan diperkuat peran Dekopin. Dengan koperasi lain tetap jalan. Seperti perkebunan, perikanan dan lainnya," tegasnya.
Tak hanya itu, ke depan koperasi akan didorong menuju arah digitalisasi. "Dalam Diklat awal KMP hanya 2 orang per unit dan antusias sekali. Kedepan akan ada lebih spesfik ke bendahara atau digital yang akan dikembangkan ke koperasi modern," ungkapnya.
"Karena sistem pembelian, penjualan juga kerjasama harus menggunakan sistem. Maka KMP harus ada orang yang memahami digital. Sebab rekapan semua menggunakan sistem. Kedepan juga KMP akan berkolaborasi dengan MBG bahkan bisa ekspor," tegasnya.
Pun dalam FGD ini ada usulan juga untuk Gubernur Yulius Selvanus dinobatkan sebagai Bapak Pertambangan Rakyat. "Aspirasi semakin bagus beliau diusulkan sebagai bapak pertambangan rakyat. Terutama untuk WPR yang beliau sangat ngotot untuk itu. Jadi disini kita mempertegas pernyataan pak Ketua bahwa Gubernur Yulius Selvanus sebagai bapak pertambangan rakyat di Sulawesi Utara," tegasnya lagi.
Senada disampaikan Wakil Ketua Dekopinda Tomohon Pdt Dr Laurens Paat. "Kita setujui Gubernur jadi bapak pertambangan rakyat," tegasnya dihadapan semua peserta FGD.
Juga ditegaskan Ketua Dekopinda Sitaro Elza Kansil. "Kita satu kamando sepakat mengangkat pak Yulius sebagai bapak pertambangan rakyat," ungkapnya.(*)
Editor : Reza Abdilah