MANADOPOST.ID-Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty A. Sompie MEng, IPU, ASEANEng setuju usulan Majelis Keluarga Besar Permesta agar Auditorium Unsrat Dinamai Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo.
"Saya setuju seribu persen auditorium Unsrat diberi nama Prof Sumitro Djojohadikusumo," kata Rektor Unsrat Prof Berty Sompie saat menerima Majelis Keluarga Besar Permesta dibawa pimpinan Philip Paulus Pantouw, Rabu (11/3) sekira pukul 13.00 Wita di ruang kerja rektor.
Rektor mengatakan, menyambut baik usulan Mejlis Keluarga Besar Permesta karena auditorium Unsrat itu memang belum ada nama sama sekali. Bahkan Rektor Unsrat mengaku, siap memimpin tim pengusul gelar pahlawan Prof Sumitro ke pusat.
"Ini sudah menjadi jalan Tuhan bagi Unsrat. Kedatangan Pak Philip Pantouw dan tim pengurus Majelis Keluarga Besar Permesta datang ke Unsrat dan mengusulkan kepada kami agar Auditorium Unsrat diberi nama Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo, merupakan usulan yang luar biasa. Saya siap memimpin tim bersama Majelis Keluarga Besar Permesta untuk mengusulkan ke pusat," kata Rektor Unsrat dengan nada gembira.
Tak hanya itu. Bahkan Rektor juga menerima usulan MKBP agar di auditorium didirikan patung begawan ekonomi Prof Sumitro. Rektor bahkan siap membiayai sendiri pakai biaya dari Unsrat.
"Sangat tepat kalau dibuatkan patung begawan ekonomi Prof Sumitro Djojohadikusumo di auditorium Unsrat. Kami siap membiayai pembangunannya. Apalagi ini aspirasi dan usulan dari semua unsur di Sulawesi Utara yang tergabung dalam Majelis Keluarga Besar Permesta," ujar Prof Sompie.
Menarik juga saking senangnya, Rektor mengusulkan agar digelar kuliah umum atau seminar nasional di Unsrat dengan topik Sumitronomics untuk Indonesia Emas 2045.
"Kami siapkan segala sesuatu untuk kuliah umum di Unsrat. Sekaligus peresmian Auditorium Sumitronomics di Unsrat," kata Prof Sompie.
Respon yang baik Rektor Unsrat, disambut Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta Philip Pantouw dan tim. "Terimakasih banyak Rektor Unsrat atas penerimaan yang sangat baik usulan kami Majelis Keluarga Besar Permesta agar Auditorium Unsrat yang belum ada nama, diberi nama Auditorium Prof Sumitro Djojohadikusumo. Kita semua aminkan ini rencana Tuhan bagi kita semua dalam rangkaian rencana kerja MKBP untuk memperjuangkan Prof Sumitro jadi pahlawan nasional. Sekali lagi terimakasih banyak Rektor Unsrat Prof Sompie atas sambutannya," ujar Ketua MKBP Philip Pantouw.
Ketua MKBP Philip Pantouw menjelaskan, ini bagian dari rangkaian HUT ke-69 Piagam Permesta 2 Maret yang diperingati dalam bentuk diskusi panel di Manado Post. Salah satu poin rekomendasi, mengusulkan Prof Sumitro sebagai Pahlawan Nasional.
Untuk mengusulkan Prof Sumitro jadi pahlawan, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain yang diusulkan menjadi pahlawan, namanya sudah dinamakan gedung, jalan, atau bikinkan patung, juga sudah diseminarkan di tingkat lokal dan seminar nasional. Dan masih banyak lagi persyaratan lainnya.
Philip Pantouw menambahkan, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo (1917–2001) adalah "Begawan Ekonomi Indonesia" dan arsitek utama kebijakan ekonomi pascakemerdekaan. "Ayah Presiden RI Bapak Prabowo Subianto ini menjabat Menteri Keuangan/Ekonomi beberapa kali. Suami keke Minahasa Ibu Dora Sigar ini juga yang mendirikan Fakultas Ekonomi UI dan meletakkan dasar ekonomi nasional serta teknokrasi, dengan gagasan yang masih relevan hingga kini yang menurut Menteri Keuangan RI Purbaya, sebagai Sumitronomics. Pemikiran Sunitronomics yang saat ini diterapkan Presiden Prabowo lewat Prabowonomics, dinilai sebagai jalan menuju Indonesia maju untuk Indonesia Emas 2045," ujar Philip Pantouw.
Hadir mendampingi Philip Pantouw, Sekjen MKBP Dr Elisa Regar,M.Hum, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia cabang Sulut Drs Ferry Raymond Mawikere,.M.Hum,.MA, Sekretaria Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Sulut Roger Kembuan,S.S., M.Hum, Dolfie Kotambunan, Johannes Budiman SH MH, Ronny Mongisidi (keponakan pahlawan RW Mongisidi), Tommy Waworundeng, dan Bodewyn Talumewo,S.S, (Sejarawan). (*)
Editor : Tommy Waworundeng