MANADOPOST.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Provinsi Sulawesi Utara yang diperkirakan terjadi pada 12 hingga 13 Maret 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi atmosfer saat ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulawesi Utara.
Salah satu faktor utama adalah aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif secara spasial.
Aktivitas ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, adanya gelombang atmosfer Low Frequency serta nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang mendukung turut memperkuat aktivitas konvektif di wilayah Sulawesi Utara.
Kondisi ini membuat pembentukan awan hujan menjadi lebih intens.
Faktor lain yang turut berpengaruh adalah keberadaan Tropical Cyclone Nuri (TC Nuri).
Sistem siklon ini menyebabkan pola belokan angin di sekitar wilayah Sulawesi Utara sehingga memicu penumpukan uap air di atmosfer.
Akumulasi uap air tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan yang dapat meningkatkan curah hujan secara signifikan.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Kombinasi dari berbagai fenomena atmosfer tersebut diperkirakan dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa wilayah di Sulawesi Utara.
Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
-
Manado
-
Minahasa Utara
-
Minahasa Selatan
-
Bolaang Mongondow
-
Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan memiliki potensi hujan dengan intensitas yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya selama periode peringatan cuaca ekstrem.
Potensi Dampak Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti:
- Genangan air
- Banjir
- Tanah longsor
- Pohon tumbang
Risiko tersebut terutama dapat terjadi di daerah dengan topografi curam, wilayah pegunungan, tebing, serta daerah rawan longsor dan banjir.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem selama periode 12–13 Maret 2026.
Pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado melalui beberapa kanal resmi berikut:
- Website: https://cuaca.bmkg.go.id
- WhatsApp: 0811-4320-0877
- Facebook: BMKG Sulawesi Utara
- Instagram: @infocuaca_sulut
- Aplikasi mobile: infoBMKG
Karena kondisi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak dari potensi cuaca ekstrem dapat diminimalkan. (*)
Editor : Tina Mamangkey