MANADOPOST.ID – Tokoh ekonomi nasional Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo ternyata memiliki kedekatan historis dan emosional dengan masyarakat Minahasa.
Bahkan, ia pernah menerima pengukuhan gelar adat Ama Wangko Umbanua dari Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM).
Sekretaris MKM, Dr. R. A. D. Siwu, PhD, menjelaskan bahwa pengukuhan gelar adat tersebut dilakukan langsung oleh MKM sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Sumitro atas kontribusi dan pemikirannya yang luas bagi bangsa Indonesia.
Menurut Siwu, pengukuhan tersebut dilaksanakan pada tahun 1995 dalam sebuah kegiatan kebudayaan Minahasa yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah. Saat itu, Majelis Kebudayaan Minahasa dipimpin oleh Ketua MKM Prof Dr Yan Turang dan Penasehat Bupati Minahasa Alex Lelengboto.
“Prof Sumitro telah dikukuhkan dengan gelar adat Ama Wangko Umbanua, yang memiliki makna orang tua atau tokoh yang memiliki wawasan luas serta dihormati dalam masyarakat,” ujar Siwu.
Ditambahkan Anggota MKM Ronny Mongisidi, dalam prosesi pemberian gelar adat tersebu di TMI, gelar adat diterima langsung oleh Prof Sumitro yang saat itu didampingi tokoh perbankan nasional Sudrajat Jiwandono.
Siwu dan Mongisidi menegaskan bahwa hubungan antara tokoh besar Indonesia tersebut dengan Minahasa bukanlah hal baru. Ikatan historis dan emosional telah terjalin sejak lama.
Hal senada disampaikan sejarawan dan akademisi Unsrat , Ferry Raymond Mawikere MHum. Menurutnya, kedekatan pemikiran dan hubungan historis antara keluarga Sumitro dengan kawasan timur Indonesia, khususnya Minahasa, sudah berlangsung sejak masa lampau.
“Ini bukan baru sekarang. Hubungan emosional itu sudah sangat lama, bahkan sejak masa awal perkembangan intelektual dan kebangsaan di Indonesia,” kata Mawikere.
Sebagaimana diketahui, Prof Sumitro Djojohadikusumo merupakan salah satu ekonom paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia dikenal sebagai arsitek berbagai konsep ekonomi nasional dan pernah memegang sejumlah jabatan strategis negara, termasuk menjadi Direktur pertama Bank Indonesia serta Menteri dalam beberapa kabinet pemerintahan.
Pengukuhan gelar adat Ama Wangko Umbanua dari Majelis Kebudayaan Minahasa tersebut menjadi bukti penghargaan masyarakat Minahasa terhadap pemikiran dan jasa besar Prof Sumitro bagi pembangunan Indonesia.
Kalau di kampus Unsrat nama Prof Sumitro dinamakan auditorium Unsrat, bukan hal yang baru orang Sulut memberikan penghargaan buat Prof Sumitro (*)
Editor : Tommy Waworundeng