MANADOPOST.ID - Koperasi Sulut Sukses Bersama (KSSB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di kantor Manado Post, Jumat (13/3). Diskusi ini membahas arah pengembangan koperasi, mulai dari tujuan, aspek hukum, strategi pemasaran hingga rencana transformasi digital dalam pengelolaan koperasi.
FGD tersebut dihadiri Ketua KSSB Ceilly Tumimomor, Sekretaris Michel J. Kawengian, Bendahara Silvana Tombokan, Manajer Finansial dan Aset Helda N. S. Tendean, Manajer Pemasaran Izakh Palar, Manajer Teknologi dan Sistem Informasi Petrix Sambouw, serta bagian hukum Wensy Wangke. Diskusi dipandu oleh moderator Filip Kapantow.
Dalam pemaparannya, pengurus KSSB menekankan pentingnya transformasi digital bagi koperasi. Digitalisasi dinilai dapat meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan keuangan.
Salah satu rencana yang akan dikembangkan adalah sistem informasi manajemen koperasi (SIMKOP) berbasis aplikasi dan web, yang memungkinkan pengelolaan data anggota, layanan simpan pinjam, hingga laporan keuangan secara terintegrasi. Selain itu, KSSB juga merencanakan pengembangan aplikasi mobile koperasi serta dashboard analitik yang memudahkan pengurus memantau perkembangan koperasi secara real time.
Digitalisasi tersebut diharapkan memberi berbagai manfaat, mulai dari layanan koperasi yang dapat diakses kapan saja, proses transaksi yang lebih cepat, hingga komunikasi yang lebih efektif antara anggota dan pengurus.
Dari sisi pemasaran, KSSB menargetkan koperasi ini menjadi pendorong ekonomi lokal melalui layanan keuangan inklusif bagi pelaku UMKM di berbagai sektor. Beberapa sektor yang menjadi fokus antara lain pertanian, seni dan kerajinan, pariwisata, hingga pengolahan hasil laut.
Ketua KSSB Ceilly Tumimomor mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi koperasi saat ini adalah membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, KSSB memiliki visi untuk menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam mendorong kesejahteraan ekonomi bersama di Sulawesi Utara.
“KSSB ingin menjadi jawaban bagi anggota dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan bersama, sekaligus menjadi mitra pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.
Melalui penguatan sistem, pengembangan produk, serta transformasi digital yang sedang dipersiapkan, KSSB diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan UMKM, sejalan dengan visi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Editor : Jasinta Bolang