MANADOPOST.ID-Palestina memang pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Tapi itu tidak ada pengaruhnya terhadap usaha Indonesia mendapatkan kemerdekaan sepenuhnya.
Justeru berkat jasa saudara Prabowo Subianto dari sesama suku Minahasa yang membuat Amerika Serikat usir Belanda dari Indonesia atau Hindia Belanda. Siapa saudara Prabowo itu. Ikuti terus ulasannya.
Sebelumnya aktivis media sosial, Permadi Arya (Abu Janda) menyatakan bahwa klaim yang menyebut Palestina berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.
Menurut Permadi, secara historis pihak yang memberikan tekanan kuat kepada Belanda hingga akhirnya mengakui kedaulatan Indonesia justru adalah Amerika Serikat, bukan Palestina. Negara Palestina belum ada.
Ia menjelaskan bahwa setelah Perang Dunia II, Amerika memiliki pengaruh besar terhadap Belanda. Amerika yang membuat Belanda terbebas dari jajahan Nasi Jerman.
Dalam konteks konflik antara Indonesia dan Belanda pasca proklamasi, Amerika disebut memberikan tekanan diplomatik yang signifikan. “Yang berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia adalah Amerika. Amerika mengancam akan melakukan embargo terhadap Belanda jika tidak angkat kaki dari Indonesia,” kata Permadi dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor penting yang mendorong Belanda akhirnya bersedia menandatangani pengakuan kedaulatan Indonesia melalui proses diplomasi yang berujung pada Konferensi Meja Bundar tahun 1949.
Pernyataan Permadi tersebut memicu perdebatan di ruang publik, terutama terkait narasi sejarah mengenai dukungan berbagai pihak terhadap kemerdekaan Indonesia.
Sebagaimana diketahui, selama ini berkembang pandangan di masyarakat bahwa Palestina merupakan salah satu pihak yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia pada masa awal berdirinya republik. Namun, Permadi menilai narasi tersebut sering disalahartikan dan perlu dilihat secara lebih kritis berdasarkan fakta sejarah dan konteks diplomasi internasional saat itu.
Sejarah sebenarnya adalah: Kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jl Pegangsaan Timur No.56 Jakarta.
Tetapi ada lagi satu perjuangan yang paling penting sebagai salah satu penentu sehingga Indonesia mendapat kemerdekaan secara penuh.
Yaitu pengakuan negara lain, terutama pengakuan PBB dan negara yang mengendalikan PBB yakni Amerika Serikat dan sekutu-sekutunyanya.
Sebab kemerdekaan yang sudah diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, jika tidak diakui PBB, tidak diakui Amerika dan sekutu sekutunya, maka kemerdekaan itu tidak akan diperoleh secara penuh atau sia sia.
Belanda masih akan menjajah Indonesia. Hal itu dibuktikan, pasca 17 Agustus 1945, Belanda masih melakukan agresi Belanda I dan asgresi Belanda II. Belanda masih menjajah Indonesia sampai tahun 1949.
Belanda belum mengakui kemerdekaan RI yang diproklamirkan Soekarno Hatta.
Pertempuran pertempuran yang terjadi seperti di Surabaya, termasuk pertempuran di Jln 14 February Teling Manado (peristiwa merah putih), Belanda mengatakan itu hanyalah ulah sekelompok separatis yang terus mengganggu negara mereka yakni Hindia Belanda.
Indonesia saat itu perjuangannya belum selesai. Indonesia belum sepenuhnya mendapat kemerdekaan. Masih ada yang kurang. Yaitu Indonesia masih harus berjuang lagi di dunia internasional. Khususnya di lembaga resmi yakni PBB.
Memang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang dibacakan Soekarno Hatta di Jl Pegangsaan Timur no.56 Jakarta, sudah disebarluaskan berita dan fotonya oleh dua wartawan foto asal Sulawesi Utara Alex Mendur dan Frans Mendur.
Mereka kebetulan dua putra Kawangkoan Minahasa yang mendirikan kantor berita foto Asia. Sehingga foto proklamasi yang mereka abadikan, Mendur bersaudara ini sudah viral ke beberapa negara di Asia dan Afrika.
Sehingga berepa negara seperti India, Mesir, dan negara negara lain, langsung menyampaikan dukungan mereka atas kemerdekaan RI.
Tetapi selama belum dapat pengakuan PBB dan negara yang mengendalikan PBB, kemerdekaan Indonesia itu belum sah.
Lantas siapa saudara Prabowo Subianto asal Minahasa itu dan apa yang diperjuangkannya?
Sehingga pahlawan asal Minahasa ini jasanya sangat penting bagi Kemerdekaan RI.
Palestina bisa tiru strategi perjuangannya. Sebab Palestina juga sudah memproklamirkan kemerdekaan negara Palestina oleh Yaser Arafat. Tapi sampai sekarang ini Palestina belum juga merdeka. Israel masih menjajah Palestina.
Memang banyak negara sudah mengakui kemerdekaan Palestina. Termasuk Indonesia sudah mengakui . Bahkan China juga sudah menghilangkan negara Israel dari petah China. Tapi sampai sekarang Palestina tetap tidak sepenuhnya merdeka.
Sehingga Palestina butuh mengikuti strategi yang dilakukan Indonesia. Tidak perlu memviralkan foto foto dan video pembunuhan anak anak dan perempuan untuk menarik simpati dan dukungan dunia internasional.
Coba ikuti strategi yang dilakukan Indonesia saat meraih kemerdekaan secara penuh.
Apa strategi itu? Yaitu dengan berjuang secara diplomasi di Perserikatan Bangsa Bangsa.
Indonesia melakukan strategi perjuangan diplomasi. Dan pejuang diplomasi itu adalah putra Desa Rurukan Minahasa (Tomohon) Provinsi Sulawesi Utara.
Namanya Lambertus Nicodemus Palar.
Palar lahir 5 Juni 1900 dan meninggal 13 Februari 1981.
Dalam buku "Diplomat Legendaris Indonesia: From Tomohon to New York", penulis Judie Turambi SH, menulis jelas perjuangan yang dilakukan diplomat ulung asal Minahasa itu.
Menurut penulis Judie Turambi, Palar adalah seorang diplomat dan politisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), India, Jerman Timur, Uni Soviet, Kanada, dan Amerika Serikat. Pada bulan November 2013, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Lantas diplomasi apa yang dimainkan diplomat ulung ini di markas PBB, New York ,Amerika Serikat? Kita sama sama ikuti kisah singkatnya.
Palar berjuang supaya mendapat pengakuan internasional kemerdekaan Indonesia, dengan cara menjadi Wakil Indonesia di PBB pada tahun 1947. Posisi ini dijabatnya sampai tahun 1953.
Pada masa jabatannya peristiwa-peristiwa penting terjadi seperti konflik antara Belanda dan Indonesia, pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda, dan masuknya Indonesia menjadi anggota PBB.
Pada saat konflik antara Belanda dan Indonesia, Palar memperdebatkan posisi kedaulatan Indonesia di PBB dan di Dewan Keamanan walaupun pada saat itu dia hanya mendapat gelar "peninjau" di PBB karena Indonesia belum menjadi anggota pada saat itu.
Hasilnya, Agresi Militer II Belanda ke Indonesia dikecam oleh Dewan Keamanan PBB.
Perjanjian Roem Royen disetujui yang kemudian diikuti dengan Konferensi Meja Bundar dan pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada tanggal 27 Desember 1949.
Lantas diplomasi apa yang dimainkan Palar sehingga Amerika mau mendukung Indonesia dan sebeliknya menyuruh Belanda angkat kaki dari bumi pertiwi.
Mengingat, salah satu sekutu Amerika dan juga memiliki hak veto di PBB yakni Inggris.
Inggris dan Belanda saat itu punya hubungan baik. Karena saat nazi Jerman menyerang Belanda, Ratu Belanda minta suaka ke kerajaan Inggris. Membuat semua negara jajahan Belanda, Belanda serahkan ke Inggris. Termasuk Indonesia.
Belanda serahkan Hindia Belanda ini ke Inggris. Karena Ratu Belanda lagi minta perlindungan Inggris untuk melawan nazi Jerman.
Belanda bahkan menyerahkan juga berlian ke mahkota Ratu Elisabeth.
Jadi Inggris tentu saja akan membela Belanda di PBB.
Belanda memang merasa di atas angin. Karena kota New York tempat berdirinya markas PBB, dulunya milik Belanda. New York dulu namanya dulu New Amsterdam.
Tetapi Belanda menukar New Amsterdam itu dengan Pulau Run di laut Banda Indonesia karena kaya cengkih dan pala.
Kemudian Inggris ambil New Amsterdam dan merubah namanya menjadi New York.
Jadi Inggris akan mempengaruhi Amarika untuk membela Belanda. Tetapi kenyataannya Inggris tidak bisa mempengaruhi Amerika untuk membela Belanda dalam sidang di Dewan Keamanan PBB.
Amerika malah menghardik Belanda untuk hentikan Agresi Belanda satu dan Agresi Belanda dua serta angkat kaki dari Indonesia.
Lantas apa yang dikatakan LN Palar sehingga Amerika membela Indinesia?
Diplomasi yang dimainkan Palar, yakni memancing kemarahan Amerika.
Bagaimana caranya?
Apa yang dikatakan Palar sampai Amerika marah ke Belanda?
Palar mengatakan baha agresi Belanda I dan Agresi Belanda II itu sama halnya dengan serangan Jepang di pangkalan militer Amerika Serikat di Honolulu.
Mendengar perkataan Palar, yang menyamakan serangan agresi Belanda I dan Angresi Belanda II sama dengan serangan mendadak Jepang ke pangkalan militer AS di Honolulu., kuping delegasi Amerika Serikat di sidang DK PBB itu, langsung merah.
Karena serangan Jepang di Honolulu sagat melukai Amerika Serikat. Luka itu masih membekas. Amerika masih marah. Serangan Jepang ke Amerika itu terjadi pada tahun 1943. Perdebatan LN Palar dengan Belanda di PBB itu, terjadi pada tahun 1949. Jadi 6 tahun berlalu, tapi peristiwa itu masih membekas di hati Amerika.
Butuh satu dekade atau 10 tahun Amerika bisa melupakan kejadian itu. Seperti ketika Amerika diserang teroris 11 September 2001. Butuh 10 tahun baru Amerika bisa pulih dari tragedi memilukan itu.
LN Palar tahu Amerika masih marah terhadap agresi militer yang dilakukan Jepang. Karena itu LN Palar menyamakan agresi Belanda itu seperti halnya serangan Jepang ke Amerika.
Saat itu juga Amerika langsung marah ke Belanda. Delegasi Amerika memukul meja dan mendesak Belanda segera gencatan senjata dan angkat kaki dari Indonesia. Jika tidak, Amerika ancam akan melakukan embargo ke Belanda. Belanda dan Inggris tidak mampu melawan diplomasi yang dimainkan putra Sulut Babe Palar. (Tommy Waworundeng)
Editor : Tommy Waworundeng