Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

The Mummy 2026: Kebangkitan Monster Klasik dalam Balutan Horor Modern

ALengkong • Selasa, 17 Maret 2026 | 20:26 WIB

Lee Cronin's The Mummy
Lee Cronin's The Mummy

MANADOPOST.ID - Film horor klasik kembali mendapat napas baru lewat proyek Lee Cronin's The Mummy, sebuah reinterpretasi modern yang digarap oleh sutradara Lee Cronin. Berbeda jauh dari versi petualangan penuh aksi di masa lalu, film ini justru hadir dengan pendekatan yang lebih murni sebagai horor gelap, intens, dan penuh tekanan psikologis.

Transformasi Besar dari Petualangan ke Horor Murni

Salah satu hal paling mencolok dari film ini adalah perubahan arah cerita. Jika publik sebelumnya mengenal The Mummy lewat nuansa petualangan ala film The Mummy atau versi modern The Mummy, maka versi terbaru ini meninggalkan elemen blockbuster tersebut sepenuhnya. Trailer resmi yang telah dirilis menegaskan bahwa film ini berfokus pada teror supranatural yang lebih personal dan menyesakkan. Alih-alih aksi spektakuler, penonton akan disuguhkan suasana mencekam yang intens dengan pendekatan horor psikologis dan keluarga.

Cerita Inti: Keluarga, Kehilangan, dan Kengerian

Plot film ini berpusat pada kisah seorang jurnalis dan keluarganya yang mengalami tragedi besar. Putri mereka menghilang secara misterius di padang pasir tanpa jejak. Delapan tahun kemudian, anak tersebut tiba-tiba kembali namun bukan sebagai sosok yang sama. Alih-alih menjadi momen bahagia, kepulangan sang anak justru berubah menjadi mimpi buruk. Perubahan fisik dan perilaku yang mengerikan menandakan bahwa ada sesuatu yang salah sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan kuno dan kematian. Konsep ini membuat film terasa lebih intim sekaligus menakutkan, karena horor tidak hanya datang dari makhluk luar, tetapi juga dari hubungan keluarga yang hancur.

Pendekatan Horor yang Lebih Brutal dan Realistis

Dari berbagai cuplikan trailer, terlihat bahwa Cronin menggabungkan elemen investigasi, misteri, dan horor tubuh (body horror). Salah satu adegan bahkan memperlihatkan pembukaan sarkofagus yang berujung pada kejadian mengerikan, menegaskan bahwa film ini tidak menahan diri dalam menampilkan teror visual. Cronin sendiri dikenal lewat film horor Evil Dead Rise, dan gaya penyutradaraannya kembali terasa di sini: intens, brutal, dan tidak kompromi. Pendekatan ini membuat “The Mummy” versi terbaru terasa lebih dekat dengan horor modern dibandingkan waralaba klasiknya.

 

Produksi dan Jadwal Tayang

Proses produksi dimulai pada Maret 2025 dan berlangsung di beberapa lokasi seperti Irlandia dan Spanyol sebelum selesai pada Juni 2025. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 April 2026, menjadikannya salah satu rilisan horor paling dinantikan tahun tersebut.

Penutup

Lee Cronin’s The Mummy” bukan sekadar reboot, tetapi reinterpretasi total terhadap salah satu monster klasik paling ikonik dalam sejarah film. Dengan meninggalkan formula aksi-petualangan dan beralih ke horor murni, film ini mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih gelap, emosional, dan mengganggu. Pendekatan ini memang berisiko terutama bagi penggemar lama yang terbiasa dengan versi ringan dan penuh aksi. Namun di sisi lain, justru di sinilah kekuatan film ini: menghadirkan kembali “The Mummy” sebagai sesuatu yang benar-benar menakutkan, sesuai dengan akar horornya.

 

Di Buat Oleh: Y.M.G

Editor : ALengkong
#the mummy #Film2026 #Lee Cronin