Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Unsrat dan MKBP Siapkan Pengusulan Prof Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional, Buatkan Patung, Nama Auditorium, dan Diseminarkan

Tommy Waworundeng • Selasa, 17 Maret 2026 | 20:47 WIB

 

Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU, ASEAN, memimpin rapat bersama Ketua  Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Pantouw
Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU, ASEAN, memimpin rapat bersama Ketua Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Pantouw

MANADOPOST.ID – Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng. IPU, ASEAN, memimpin rapat bersama Ketua  Majelis Keluarga Besar Permesta (MKBP) Philip Pantouw  dalam rangka mempersiapkan pengusulan begawan ekonomi  Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo sebagai pahlawan nasional.

Rapat berlangsung di ruang rapat Rektor Unsrat, Selasa (17/3) sore. Dalam pertemuan tersebut, Rektor menyampaikan sejumlah rencana strategis sebagai bagian dari dukungan institusional terhadap pengusulan tersebut.

“Saya mengusulkan agar auditorium Unsrat yang berkapasitas sekitar 5.000 orang dapat dinamakan Auditorium Prof Dr Sumitro Djojohadikusumo,” ujar Sompie.

Usai rapat persiapan pengusulan Prof Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional
Usai rapat persiapan pengusulan Prof Sumitro Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional

Selain itu, Unsrat juga tengah mempersiapkan agenda besar, termasuk rencana menghadirkan Presiden Prabowo Subianto dalam  rapat senat terbuka untuk pemberian gelar doktor kehormatan honoris causa  kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Rektor juga memaparkan berbagai fasilitas kampus yang dapat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, seperti Asrama Mahasiswa Nusantara yang menampung sekitar 500 mahasiswa yang akan diresmikan Presiden.

Ia menyebut, fasilitas serupa hanya ada dua di Indonesia, salah satunya di Universitas Veteran Surabaya.
“Di dalamnya tersedia fasilitas olahraga dan musala. Ini bisa menjadi bagian dari agenda kunjungan. Termasuk juga gedung enam lantai Fakultas Hukum yang telah beberapa kali direncanakan untuk diresmikan Presiden,” jelasnya.

Selain penamaan Auditorium Unsrat, Rektor Unsrat juga sudah  menyiapkan pembangunan patung Prof Sumitro dan taman sebagai bentuk penghormatan kepada Prof Sumitro.

Sementara itu, Ketua MKBP Philip Pantouw menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Rektor Unsrat dalam mendukung proses pengusulan tersebut.

“Proses pengusulan dimulai dari sekarang. Kami berterima kasih kepada Rektor Unsrat Prof Sompie yang proaktif bersama-sama mendorong hal ini. Soal kapan ditandatangani Presiden, apakah 2026, 2027, atau 2028, itu kita serahkan pada kehendak Tuhan dan Presiden,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting saat ini adalah terus bergerak dan mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tim Pengkaji Gelar Pahlawan Daerah (TP2GD) Provinsi Sulawesi Utara, Drs Raymon Mawikere MHum menjelaskan, bahwa pengusulan pahlawan nasional harus memenuhi sejumlah syarat. 

"Antar lain, melalui seminar lokal dan seminar nasional. Selain itu, penamaan jalan, gedung, hingga pembangunan patung juga menjadi bagian dari penguatan usulan,” jelas Mawikere.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun Prof Sumitro bukan berasal dari Manado, dukungan dari daerah, khususnya Unsrat dan MKBP, menunjukkan semangat nasional dalam menghargai tokoh bangsa.

“Tidak masalah beliau bukan orang Manado. Justru ini menunjukkan bahwa pengusulan datang dari berbagai elemen bangsa. Kami optimistis Prof Sumitro bisa diperjuangkan hingga sukses diusulkan sebagai pahlawan nasional,” kata Mawikere.

Ia menyebut Universitas Paramadina dengan Rektor Anis Baswedan, pernah mengusulkan  Laksamana  John Lie  sebagai Pahlawan Nasional. John Lie asal Manado Sulawesi Utara itu akhirnya bisa resmi dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2009.

Jadi biarpun Prof Sumitro asal Jawa, tapi Unsrat dan Majelis Keluarga Besar Permesta bisa usulkan beliau sebagai Pahlawan Nasional.

Sekretaris MKBP Dr Elisa Regar MHum mengusulkan, tema seminar nasional untuk melengkapi persyaratan pengusulan calon pahlawan, sebaiknya menyangkut kepeloporan (konsepsi) “Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo” dalam Pengelolaan Ekonomi Bangsa Indonesia Demi Kesejahteraan Rakyat (bersama).  Sehingga gaungnya berskala nasional (meluas di wilayah NKRI).

Kalau seminar daerah menurut Regar: Peran “Soemitro Djojohadikusumo” dalam Menggagas Pewujudan Otonomi Daerah dan Desentralisasi Pembangunan Ekonomi Nasional (demi keadilan dalam pemerataan hasil kekayaan SDA).

Hadir dalam pertemuan itu juga  anggota Drs Dolfie Kotambunan, Tommy Waworundeng, Regina Mangkey, Lina Pusung, dan Artur Rumimpunu. Sementara itu dari Unsrat mendampingi Rektor, Dr Drs  Max Rembang MSi, Dr Hesky Stevy Kolibu SPd, M.T.  Dr Reky Stenly Windah, ST, MT, dan Dr Andi Malik ST MT. (*)

Editor : Tommy Waworundeng
#Prof Sumitro Djojohadikusumo #permesta #rektor #Philip pantouw #Unsrat