Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

The Devil Wears Prada 2 Hadir: Dunia Fashion Berubah, Miranda Tetap Mengintimidasi

ALengkong • Kamis, 19 Maret 2026 | 18:59 WIB

The Devil Wears Prada 2
The Devil Wears Prada 2

MANADOPOST.ID - Hampir dua dekade sejak film pertamanya menjadi fenomena budaya pop, The Devil Wears Prada 2 akhirnya resmi hadir sebagai sekuel yang paling dinanti. Film ini tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga membawa cerita baru yang relevan dengan perubahan industri fashion modern.

Disutradarai oleh David Frankel dan ditulis oleh Aline Brosh McKenna, film ini dijadwalkan tayang pada 1 Mei 2026 di bawah naungan 20th Century Studios.


Kembalinya Karakter Ikonik yang Melegenda

Salah satu daya tarik utama film ini adalah kembalinya para pemeran utama yang sudah melekat kuat di ingatan penonton. Meryl Streep kembali sebagai Miranda Priestly, editor majalah fashion Runway yang terkenal dingin dan penuh tuntutan. Ia ditemani oleh Anne Hathaway sebagai Andy Sachs, serta Emily Blunt dan Stanley Tucci yang kembali memerankan karakter lama mereka. Kehadiran mereka memberikan kesinambungan cerita sekaligus memperkuat nuansa nostalgia yang menjadi daya tarik utama sekuel ini. Namun, film ini juga menghadirkan sejumlah wajah baru seperti Kenneth Branagh, Lucy Liu, dan Justin Theroux untuk memperluas dinamika cerita.


Cerita Baru: Dunia Fashion yang Tidak Lagi Sama

Jika film pertama berfokus pada perjalanan Andy sebagai asisten baru di dunia fashion, sekuel ini membawa konflik yang jauh lebih kompleks. Cerita berpusat pada kondisi industri media cetak yang mulai menurun akibat perkembangan digital. Miranda Priestly harus berjuang mempertahankan eksistensi Runway di tengah perubahan besar ini. Di sisi lain, Emily Charlton yang dulu hanya asisten kini telah menjadi eksekutif berpengaruh di industri fashion. Ia bahkan menjadi rival utama Miranda dalam perebutan pengaruh dan pendapatan iklan. Sementara itu, Andy Sachs kembali muncul dengan posisi yang jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Dalam beberapa versi cerita trailer, ia digambarkan sebagai sosok yang kini setara atau bahkan berani menghadapi Miranda secara langsung. Konflik inilah yang menjadi inti cerita: bukan lagi sekadar perjuangan karier, tetapi pertarungan kekuasaan di industri fashion yang terus berubah.


Cuplikan Trailer: Glamour, Konflik, dan Nostalgia

Trailer resmi film ini langsung menarik perhatian publik.

Dalam trailer, penonton diperlihatkan kembalinya atmosfer glamor dunia fashion mulai dari runway show, perjalanan ke kota mode seperti Milan, hingga kehidupan mewah para tokohnya. Namun di balik kemewahan tersebut, tersimpan konflik tajam. Dialog khas Miranda yang dingin dan tajam kembali menjadi sorotan, termasuk momen ketika ia meremehkan orang-orang di sekitarnya dengan cara yang elegan namun menusuk. Trailer juga menampilkan ketegangan antara Miranda dan Emily, serta hubungan yang lebih kompleks antara Miranda dan Andy. Elemen ini membuat film terasa lebih dewasa dibanding pendahulunya.


Tidak Sepenuhnya Mengikuti Novel Sekuel

Menariknya, meskipun novel lanjutan berjudul Revenge Wears Prada pernah dirilis oleh Lauren Weisberger, film ini tidak sepenuhnya mengadaptasi cerita tersebut. Sebaliknya, film mengambil pendekatan baru dengan menyesuaikan cerita pada kondisi industri fashion modern, khususnya dampak digitalisasi dan perubahan media. Hal ini membuat The Devil Wears Prada 2 terasa lebih relevan dengan kondisi saat ini, dibanding hanya sekadar melanjutkan cerita lama.


Nuansa Lebih Dewasa dan Realistis

Dibanding film pertama yang banyak menyoroti perjalanan personal Andy, sekuel ini lebih fokus pada dinamika kekuasaan dan perubahan industri. Tema besar yang diangkat meliputi perubahan media dari cetak ke digital, persaingan bisnis dalam dunia fashion, evolusi karakter yang kini lebih matang dan konflik antara generasi lama dan baru. Pendekatan ini membuat film terasa lebih realistis dan dekat dengan kondisi dunia nyata saat ini.


Antusiasme Tinggi dan Ekspektasi Besar

Sejak trailer dirilis, antusiasme publik langsung meningkat. Bahkan, trailer awalnya disebut mencetak jumlah penonton yang sangat tinggi dalam waktu singkat, menunjukkan betapa besarnya minat terhadap film ini. Hal ini tidak lepas dari status film pertama sebagai ikon budaya pop yang sukses besar secara komersial dan kritik. Dengan kombinasi nostalgia, konflik baru, serta isu yang relevan, The Devil Wears Prada 2 diprediksi menjadi salah satu film paling menonjol di tahun 2026.


Penutup

The Devil Wears Prada 2 bukan sekadar sekuel biasa. Film ini hadir sebagai evolusi dari cerita lama dengan pendekatan yang lebih matang dan realistis. Kembalinya karakter ikonik, ditambah konflik baru yang lebih kompleks, membuat film ini menarik baik bagi penggemar lama maupun penonton baru. Dengan latar dunia fashion yang glamor namun penuh tekanan, film ini kembali mengingatkan bahwa di balik kemewahan, selalu ada persaingan, ambisi, dan kekuasaan yang dipertaruhkan.

 

Di Buat Oleh: Y.M.G

Editor : ALengkong
#The Devil Wears Prada 2 #20th century studios #Film 2026