MANADOPOST.ID - Pemantauan hilal untuk menentukan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di Sulawesi Utara tidak membuahkan hasil.
Pengamatan yang dilakukan di rooftop MTC Manado pada Kamis (19/3) sore memastikan hilal tidak terlihat meski telah dilakukan sesuai prosedur.
Kegiatan rukyatul hilal tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BMKG, Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, hingga perwakilan LDII.
Pengamatan dilakukan dalam waktu terbatas dengan kondisi langit yang terus dipantau secara intensif.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, mengungkapkan bahwa tim telah diberikan waktu sekitar delapan menit untuk mengamati kemunculan hilal.
Namun hingga batas waktu tersebut berakhir, hilal tidak berhasil terlihat.
“Berdasarkan hasil pengamatan, hilal tidak berhasil dirukyah di wilayah Sulawesi Utara. Hasil ini kemudian ditetapkan oleh Pengadilan Agama dan akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat di tingkat pusat,” ujar Ulyas.
Ia menegaskan, laporan dari daerah, termasuk Sulawesi Utara, akan dikompilasi oleh pemerintah pusat sebelum penetapan resmi awal Syawal diumumkan melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama.
Dengan tidak terlihatnya hilal di wilayah ini, keputusan akhir mengenai Hari Raya Idulfitri 1447 H masih menunggu hasil sidang isbat nasional yang mempertimbangkan laporan dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Tahun ini, dinamika penentuan kalender Hijriah kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah menetapkannya sehari setelahnya, yakni 19 Februari 2026.
Perbedaan metode penentuan tersebut kembali membuka peluang adanya potensi perbedaan dalam penetapan awal Syawal, meski keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. (tkg)
Editor : Kenjiro Tanos