MANADOPOST.ID- W/KI GMIM Bukit Moria Rike memperingati Hari Doa Sedunia (HDS) tahun 2026. Menariknya para ibu-ibu tiang doa keluarga ini, mengenakan busana ala wanita Nigeria dalam rangkaian peribadatan aras jemaat. Sembari mendoakan perjuangan perempuan dan anak-anak di negara benua Afrika tersebut, agar mendapatkan kedamaian dan menghadirkan kelegaan serta keadilan.
Halnya tergambar dalam ibadah yang dipimpin Ketua BPMJ Pdt Julien Saisab Rotty STh. Nampak para W/KI mengenakan ikat kepala dengan dihias artistik. Dibuka dalam prosesi yang diawali tarian dan lagu rohani berbahasa Nigeria. Mengiringi para pendeta, pelsus dan komisi W/KI jemaat masuk ke gedung gereja, dipimpin langsung Pnt Fenny Roring Lumanauw, SIP yang juga Ketua W/KI Sinode GMIM.
Peribadatan khusyuk tercipta, sambil puji-pujian silih berganti dari seluruh W/KI yang mewakili tiap Rayon. Bahkan doa berantai dari para Pendeta, menuntun jemaat untuk berjalan dalam terang Tuhan Yesus Kristus.
Maka dalam Khotbah, Pdt Julien menegaskan bahwa Juruselamat adalah sahabat, selamat Hari Doa Sedunia. Menurutnya sangat bersukacita, pasalnya dandanan ibu-ibu sudah seperti wanita Negeria. "Yang pasti sukacita luar biasa dan kebahagiaan dalam ibadah akan mendatangkan berkat," katanya.
Dirinya mengajak di momentum ini untuk mendoakan orang Kristen yang ada di Negeria. Juga mendoakan persekutuan Kristen yang ada di Indonesia dan di tanah Minahasa. "Sebab doa adalah nafas hidup orang beriman. Kalau tidak berdoa, maka kita tidak lagi bernafas secara iman," tegasnya.
"Tak ada seorang pun atau negara yang terhindar dari pergumulan. Maka firman mengajak semua yang berbeban berat. Sebab apa artinya kita mendoakan Nigeria namun tidak memberi diri dalam ajakan Juruselamat. Maka ketika kita ingin mendapatkan kelegaan, itu menurut waktu Tuhan. Kelegaan akan diberikan Tuhan. Tetaplah berdoa, mengucap syukur dalam segala hal. Amin," katanya di akhir khotbah.
Sementara itu, Pnt Fenny dalam sambutannya menegaskan bahwa ini momentum spesial kala mengikuti HDS 2026. "Ini merupakan program dari PGI. Kerena tahun ini dari negara Nigeria. Sehingga kita lagi viral untuk memakai kain di kepala, seperti di negara Negeria yang panas. Sehingga mereka harus pakai kain di kepala," katanya.
Terlebih W/KI GMIM juga bersama dengan wanita Nigeria, ada pergumulan yang dihadapi. "Warga gereja juga turut mendoakan dan bergumul. Luar biasa. Ini program dan jadi pergumulan bagaimana kita saling menopang dan saling mendoakan. Sebagai warga gereja, W/KI GMIM, kita saling menopang dan mendoakan," tegasnya
Wakil Ketua Komisi W/KI Bumorik Marlin Tamauka pun menyampaikan terima kasih kepada semua yang hadir, baik para ibu-ibu, pendeta, pelsus dan Manado Post. "Komisi, kolom 25, 26, 27 dan 28 sebagai nyonya rumah, mengucapkan terima kasih atas liputan dari Manado Post. Terima kasih juga kepada ibu-ibu yang boleh mensukseskan program ini dengan sukacita. Tuhan Yesus Memberkati," ungkapnya.(rez)
Editor : Reza Abdilah