MANADOPOST.ID- Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) kini sedang melaksanakan program strategis Akselerasi Kreatif (Aktif). Hal ini diketahui bertujuan untuk memotivasi para seniman di daerah, agar tidak ragu terjun ke dunia ekonomi kreatif. Seperti secara jelas digambarkan Direktur Industri Kreatif Musik, Film, dan Animasi Kemenekraf Amin Abdullah, Rabu (25/3) pagi tadi.
Dalam kesempatan Podcast di Grha Pena Manado Post yang dipandu Direktur Tommy Waworundeng, Amin bersama Tim Akselerasi Kreatif Andre Sumual menjelaskan secara rinci program yang bertujuan mempercepat komersialisasi, distribusi dan ekspor produk kreatif lokal.
Menurutnya yang program Aktif ini adalah pendamping serta pembentukan Industri musik di daerah dengan dan terukur. "Kami memberikan pendanaan pembuatan produksi musik untuk para seniman di lokal. Kami bantu pembuatan vidio musik," kata pria asal Palu yang cukup fasih berbahasa Manado ini.
Sebab menurutnya dari master musik para seniman lokal, ketika dibuatkan dalam bentuk vidio musik, maka akan memiliki masif income bertambah. "Terlebih bisa juga membuat seniman lokal terkenal dan bisa mewakili landscape Manado," katanya khusus seniman yang ada di Sulawesi Utara.
Terlebih tegasnya, ini merupakan program pendampingan. "Tidak pukul lari," tegasnya sembari memastikan bahwa semua persoalan hak cipta, Performing rights dan hal terkait lainnya, dipastikan hitam diatas putih semua haknya (seniman) jelas," tambahannya.
Hal ini untuk memastikan agar di daerah memahami semua peraturan yang ada. "Karena semua (saat ini) berpusat di Jakarta dan di daerah kurang paham dengan persoalan hitam di atas putih ini. Maka program ini juga memfasilitasi kontraknya semua ada hitam di atas putih," ungkapnya.
"Maka dengan demikian, program ini menjadi komperensif dan didukung oleh kantor staf Kepresidenan. Juga ini penting untuk musisi daerah. sebab ini menciptakan lokal hero yang berguna pada daerah. Seharusnya industri kreatif jadi andalan di Indonesia," sambungnya.
Hal ini tegasnya lagi, merupakan keberpihakan pemerintah ke musisi lokal. Juga dalam hal pendampingannya. "Itu sebabnya kami mengajak pak Andre untuk mencari benar-benar yang membutuhkan. Memastikan terdaftar di lembaga hak cipta. Tujuan utamanya adalah pemberdayaan masyarakat dan kreatif lokal," katanya lagi sembari mengatakan dalam pembuatan vidio musik juga banyak menyerap tenaga kerja.
Bahkan menurutnya, sudah ada dua musisi lokal, yakni Ronny Mandey dan Steve Tuaidan yang kini dalam pendampingan program Aktif. "Jadi ada dua lagu. Didalamnya mengawinkan Kolintang dengan musik pop. Yang mencerminkan Sulawesi Utara. Original buatan musisi lokal," terangnya
"Mudah-mudahan dengan adanya Aktif ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan pihak terkait. Pemda, Kadin dan stekholer. Karena talenta lokal tidak kalah dengan yang di Jakarta. Saya berharap program ini bisa jadi inspirasi untuk dikembangkan. Kalau memang mau terjun ke ekonomi kreatif, jangan ragu. Sebab masa depan ada," tegasnya.(rez)
Editor : Reza Abdilah