Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

18 Finalis Pemilihan Remaja Teladan Wilayah Kalawat III Dibekali di Grha Pena Manado Post: Bijak Bermedsos yang Mencerminkan Seorang Remaja GMIM

Reza Abdilah • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:56 WIB

18 Finalis Remaja Teladan GMIM saat berada di Grha Pena Manado Post
18 Finalis Remaja Teladan GMIM saat berada di Grha Pena Manado Post

 

MANADOPOST.ID- 18 Finalis Pemilihan Remaja Teladan GMIM Wilayah Kalawat III tahun 2026 berkesempatan menyambangi Grha Pena Manado Post, Rabu (25/3) pagi tadi. Dalam kunjungan yang berlangsung penuh keceriaan dan sukacita ini, para penerus masa depan gereja dibekali kaitan bagaimana Bijak Beredsos yang mencerminkan seorang Remaja GMIM.

Disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Manado Post Filip Kapantow. Dirinya bak pembina Remaja, memperkenalkan Manado Post yang kini sudah bertransformasi ke era full digital, sembari menjabarkan agar para Ramaja bagi Kristus ini mampu menggunakan medsos untuk hal positif.

Diketahui kunjungan ini dipimpin langsung Ketua Komisi Pelayanan Remaja Wilayah Kalawat III Pnt Paula Manus bersama jajaran komisi. Ada Pnt Ricky Tinangon, Pnt Irene Marianus dan Pnt Listafin Manongga. Juga ada Ketua Tim Kerja Josua Tumeleng dan para Retel Wilayah tahun 2025.

Dalam materi yang disampaikan, Filip Kapantow mengaku bersyukur para remaja GMIM boleh ada dalam satu komunitas Retel. "Bisa saling peduli dan memahami. Sangat luar biasa. Akan sangat bermanfaat bagi remaja. Karena sudah membentuk karakter sejak dini, sehingga di masa depan akan sangat cerah. Seperti karakter Yesus di umur 12 tahun seperti apa," tegasnya.

Di era kini, lanjutnya semua remaja pasti punya akun medsos. "Maka kita harus berhati-hati sebagai remaja, untuk posting di medsos. Ini kesempatan belajar, dalam bermedsos harus bijak. Sebab akan meninggalkan jejak digital sekian lama. Terlebih memakai kata yang tidak mencerminkan sebagai remaja Kristen," ungkapnya.

Pasalnya emosi remaja yang masih belum stabil, akan sangat berdampak buruk di kemudian hari. "Karena akan berpengaruh di masa depan. Juga tidak akan meningkatkan kemampuan kita. Sebab kesuksesan di masa depan bukan hanya karena pintar, tapi kematangan emosional," tegasny.

"Sehingga ilmu sosial yang didapatkan di Retel, akan memperlengkapi adik-adik. Artinya dalam bermedsos harus bijak, selain ada jejak digital, akan bisa jadi bumerang. Sebab kita tidak tahu kalau ada orang bermaksud kurang baik, jadi harus berhati-hati," tambahnya.

Juga dari sisi bijak bermedsos, katanya, harus hati-hati mengkonsumsi konten. Sebab kini dalam zaman Deepfake. "Konten yang dibuat bahkan sangat mirip. Artinya jangan sampai mengkonsumsi deepfake dan terpengaruh ajakan negatif. Teknologi yang digunakan namun bukan tokoh sebenarnya yang mengatakan, hanya dibuat oleh AI," katanya lagi.

Maka dalam menerima informasi di medsos, Remaja Teladan harus mampu memilah dan memilih terkait informasi yang baik dan hoax. "Sebagai remaja Kristen persiapkan kemampuan digital positif. Misalnya di handphone buat konten rohani yang baik. Konten kreatif untuk membangun. Bukan konten yang tidak baik seperti membuli dan lainnya," tegasnya lagi.

"Jangan jadikan medosos untuk menyerang seseorang dan jadi akar pahit ke depan. Sehingga remaja teladan Kalawat III bisa berbuah bagi Kristus," sambungnya.(*)

Editor : Reza Abdilah
#Wilayah Kalawat 3 #bijak bermedsos #Remaja Teladan GMIM #Grha Pena Manado Post