Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

UPDATE BMKG: Tsunami Terdeteksi di Lima Daerah di Sulut dan Malut, Tertinggi di Minahasa Utara

Tanya Rompas • Kamis, 2 April 2026 | 07:46 WIB
Warning Tsunami Peringatan Dini (PD) 3.2
Warning Tsunami Peringatan Dini (PD) 3.2

MANADOPOST,ID — BMKG mengeluarkan Warning Tsunami Peringatan Dini (PD) 3.2, pasca gempa bumi 7,6 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut).

Hasil pengamatan muka air laut menunjukkan adanya aktivitas tsunami di sejumlah wilayah Indonesia timur pascagempa yang terjadi pada Rabu pagi (2/4) tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan muka air laut terdeteksi di beberapa titik dengan waktu dan ketinggian yang bervariasi. Di wilayah Belang, Sulawesi Utara, tsunami terpantau pada pukul 06.36 WITA dengan ketinggian mencapai 0,68 meter.

Sementara itu, di Kota Bitung, fenomena serupa terdeteksi lebih awal pada pukul 06.15 WITA dengan ketinggian 0,20 meter. Kondisi ini sejalan dengan laporan warga sebelumnya yang menyebutkan air laut naik dan turun secara tiba-tiba.

Di wilayah lain, seperti Halmahera Barat, kenaikan muka air laut tercatat pada pukul 06.08 WITA dengan ketinggian 0,30 meter. Kemudian di Minahasa Utara, tinggi gelombang tercatat paling signifikan, mencapai 0,75 meter pada pukul 06.18 WITA.

Sedangkan di Sidangoli, Maluku Utara, tsunami terdeteksi pada pukul 06.16 WITA dengan ketinggian 0,35 meter.

Data ini menunjukkan adanya dampak gempa yang memicu perubahan signifikan pada muka air laut di sejumlah wilayah pesisir. Meski ketinggian gelombang tergolong kecil, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gelombang susulan.

Pihak berwenang juga mengingatkan warga, khususnya yang berada di kawasan pesisir, untuk sementara waktu menjauhi pantai dan terus memantau perkembangan informasi resmi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Diketahui, gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Jumat (2/4/2026) pagi sekitar pukul 05.48.14 WIB. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pusat gempa berada di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, atau sekitar 127 kilometer tenggara Bitung. Gempa terjadi pada kedalaman 18 kilometer, yang tergolong dangkal dan berpotensi dirasakan cukup kuat di wilayah sekitar. Gempa ini dilaporkan berpotensi Tsunami untuk wilayah Malut dan Sulut.

Saat guncangan terjadi, warga Manado terpantau berhamburan keluar rumah. Satu orang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan di kawasan SarioManado

Informasi yang beredar menyebutkan korban meninggal akibat tertimpa material bangunan dari gedung KONI Sario. Saat gempa terjadi, bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah hingga sebagian struktur runtuh.

 

Korban diduga berada di sekitar lokasi saat gempa mengguncang dan tidak sempat menyelamatkan diri ketika material bangunan mulai berjatuhan. Dari hasil penelusuran Manado Post, korban bernama Adeitje Lahia  Asal Minahasa Tenggara, Sulut.

Korban ditemukan dalam posisi tengkurap, dan tertimbun reruntuhan. Saat ini korban sudah di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara.(***)

 

 

Editor : Tanya Rompas
#tsunami #Sulut #BMKG #Gempa