Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Faktanya Sulut Masuk Zona Megatrust! Begini Penjelasan BMKG

Tina Mamangkey • Kamis, 2 April 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi, Gempa yang berpotensi memicu tsunami
Ilustrasi, Gempa yang berpotensi memicu tsunami

 

MANADOPOST.ID - Akhir-akhir ini, istilah megathrust semakin sering muncul di berbagai pemberitaan dan memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Banyak yang bertanya, apakah Indonesia benar-benar sedang “menunggu waktu” untuk mengalami gempa besar?

Kekhawatiran ini semakin terasa setelah adanya gempa bumi berkekuatan M7,6 yang terjadi hari ini Kamis, (2/4) di wilayah Sulawesi Utara pada pukul 05:48:16 WIB.

Peristiwa ini menjadi pengingat nyata bahwa aktivitas tektonik di Indonesia terus berlangsung dan memiliki potensi kekuatan yang besar.

Untuk memahami hal ini secara tepat, penting melihat penjelasan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang dipublikasikan pada akun Instagram resmi BMKG (@infobmkg).

Informasi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.

Apa Itu Megathrust?

Megathrust adalah zona di mana dua lempeng tektonik bertemu, dan salah satunya menyusup ke bawah lempeng lainnya.

Proses ini menyebabkan penumpukan energi yang besar, dan ketika energi itu dilepaskan, bisa menimbulkan gempa bumi kuat bahkan tsunami.

Indonesia memiliki beberapa zona megathrust aktif karena berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Itulah sebabnya wilayah Indonesia rawan gempa besar.

13 Zona Megathrust di Indonesia

BMKG mencatat terdapat 13 zona megathrust aktif dengan potensi gempa besar, di antaranya:

  1. Megathrust Aceh–Andaman
    Potensi magnitudo: 9,2

  2. Megathrust Nias–Simeulue
    Potensi magnitudo: 8,7

  3. Megathrust Batu
    Potensi magnitudo: 7,8

  4. Megathrust Mentawai–Siberut
    Potensi magnitudo: 8,9

  5. Megathrust Mentawai–Pagai
    Potensi magnitudo: 8,9

  6. Megathrust Enggano
    Potensi magnitudo: 8,4

  7. Megathrust Selat Sunda
    Potensi magnitudo: 8,7

  8. Megathrust West–Central Java (Jawa Barat–Tengah)
    Potensi magnitudo: 8,7

  9. Megathrust East Java (Jawa Timur)
    Potensi magnitudo: 8,7

  10. Megathrust Sumba
    Potensi magnitudo: 8,5

  11. Megathrust North Sulawesi (Sulawesi Utara)
    Potensi magnitudo: 8,5

  12. Megathrust Philippine
    Potensi magnitudo: 8,2

  13. Megathrust Papua
    Potensi magnitudo: 8,7

Zona-zona ini menunjukkan bahwa potensi gempa besar memang nyata secara ilmiah.

Peta zona gempa Megathrust, Sulut termasuk dalam zona. (BMKG)
Peta zona gempa Megathrust, Sulut termasuk dalam zona. (BMKG)

 

Mengapa Kita Perlu Waspada?

Segmen megathrust di Selat Sunda terakhir kali melepaskan gempa besar pada tahun 1757, sementara segmen Mentawai–Siberut belum aktif sejak 1797.

Kondisi ini disebut “seismic gap”, yaitu wilayah yang secara geologis menyimpan potensi besar karena belum melepaskan energi dalam waktu lama.

Artinya, meskipun belum terjadi gempa, potensi itu nyata dan perlu diwaspadai.

Karena itu, kesiapsiagaan menjadi hal penting untuk dilakukan sejak sekarang.

Apakah Gempa Bisa Diprediksi?

Jawabannya adalah tidak bisa.

Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa secara pasti.

Istilah “tinggal menunggu waktu” bukan berarti gempa akan segera terjadi, melainkan menunjukkan adanya potensi energi yang tersimpan.

BMKG menegaskan bahwa ini adalah pernyataan ilmiah, bukan menakut-nakuti, melainkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.

Kesiapsiagaan adalah Kunci

Daripada panik, langkah terbaik adalah mempersiapkan diri sejak sekarang:

1. Kenali potensi gempabumi di lingkungan sekitar kita.

2. Pahami langkah-langkah sebelum, saat, dan sesudah gempa.

3. Pelajari jalur dan rambu evakuasi, titik kumpul, serta dokumen rencana kedaruratan.

4. Bangun rumah sesuai standar tahan gempa.

5. Ikuti informasi dari kanal resmi BMKG agar tidak mudah percaya dengan berita atau ramalan yang menyesatkan.

Tetap Tenang, Tetap Siaga

Potensi megathrust di Indonesia memang nyata, dan kejadian gempa kuat M7,6 di Sulawesi Utara menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik terus berlangsung.

Namun, tidak perlu panik. Yang terpenting adalah memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Ingat, siaga hari ini adalah langkah penting untuk keselamatan esok hari. (*)

Editor : Tina Mamangkey
#potensi tsunami #BMKG #Gempa bumi #sulawesi utara #megathrust