MANADOPOST.ID - Duka mendalam menyelimuti Sulawesi Utara pascagempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah ini pada Kamis (02/04/26).
Bencana alam tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga merenggut satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan Gedung KONI Sulut.
Korban diketahui bernama Deitje Lahia (69), warga Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.
Almarhumah yang memiliki latar belakang keluarga Nusa Utara ini merupakan anggota jemaat GMIM Imanuel Buntong.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaat, serta masyarakat yang mengenalnya.
Ucapan belasungkawa terus mengalir, salah satunya dari Ketua Pemuda Nusa Utara, Dr Hendrik Manossoh, yang menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi Keluarga Besar Montolalu–Lahia.
“Kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ungkap Manossoh yang juga Dewan Kehormatan KONI Sulut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di wilayah Sulawesi Utara yang rawan gempa.
Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk tetap siaga serta memperhatikan keselamatan di tengah kondisi yang belum sepenuhnya stabil. (mpd)
Editor : Filip Kapantow