Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

100 Tahun Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Ini Refleksi Drs Jeremia Damongilala

Filip Kapantow • Selasa, 7 April 2026 | 09:28 WIB
 
MERIAH: badah syukur dan selebrasi Paskah dalam rangka memperingati 100 Tahun Pemuda GMIM berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Senin, 6 April 2026, di Lapangan Sparta Tikala, Manado. (Foto FB Jeremia Damongilala)
MERIAH: badah syukur dan selebrasi Paskah dalam rangka memperingati 100 Tahun Pemuda GMIM berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Senin, 6 April 2026, di Lapangan Sparta Tikala, Manado. (Foto FB Jeremia Damongilala)
 
 
 
MANADOPOST.ID - Ibadah syukur dan selebrasi Paskah dalam rangka memperingati 100 Tahun Pemuda GMIM berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Senin, 6 April 2026, di Lapangan Sparta Tikala, Manado.
 
Momentum bersejarah ini ditandai dengan pemasangan lilin oleh Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM Pnt Rio Dondokambey, sebagai simbol terang iman dan semangat pelayanan yang terus menyala dari generasi ke generasi.
 
Ibadah dipimpin Sekretaris Umum MPH PGI Pdt Darwin Darmawan, yang bertindak sebagai khadim. 
 
Sementara itu, sambutan Paskah disampaikan Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Adolf Katuuk Wenas, yang mengajak seluruh Pemuda GMIM untuk terus menjadi terang dan garam dunia, serta setia dalam panggilan pelayanan di tengah gereja dan masyarakat.
 
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Sulawesi Utara, para kepala daerah dari wilayah Minahasa Raya, serta perwakilan Pemerintah Kota Manado, Bitung, dan Tomohon, yang menunjukkan dukungan terhadap eksistensi dan kontribusi Pemuda GMIM bagi pembangunan daerah dan bangsa.
 
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyerahan “Buku Sejarah 100 Tahun Pemuda GMIM” oleh tim penulis kepada Komisi Pemuda Sinode GMIM. 
 
Buku ini selanjutnya diserahkan kepada Ketua BPMS GMIM dan Sekretaris Umum PGI sebagai bentuk dokumentasi perjalanan panjang organisasi yang akan menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan gereja-gereja di Indonesia.
 
Tokoh Pemuda GMIM Drs Jeremia Damongilala, dalam refleksi singkatnya mengungkapkan bahwa perjalanan Pemuda GMIM berakar dari komunitas-komunitas lokal di tanah Minahasa sejak tahun 1920-an yang dikenal sebagai Serikat Pemoeda Masehi (SPM).
 
Perkembangan selanjutnya melahirkan Pergerakan Pemuda Kristen Minahasa (PPKM) pada tahun 1950-an. 
 
Memasuki akhir 1960-an, para pemuda memperjuangkan integrasi pelayanan pemuda dalam struktur gereja, yang kemudian terwujud melalui Tata Gereja GMIM tahun 1970 dengan dibentuknya Komisi Pelayanan Remaja dan Pemuda. 
 
Pada tahun 1995, pelayanan ini dipisahkan menjadi Komisi Remaja dan Komisi Pemuda hingga saat ini.
 
Sejak awal keberadaannya, Pemuda GMIM dikenal aktif dalam perayaan Paskah kedua atau yang populer disebut “Bonsdag”, yang identik sebagai hari pemuda. 
 
"Tradisi ini terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas dan semangat kebersamaan dalam pelayanan," ujar Damongilala.
 
Selama satu abad perjalanan, Pemuda GMIM telah menjadi wadah strategis dalam membentuk kader-kader pemimpin gereja dan bangsa, baik di tingkat lokal, regional, hingga internasional. 
 
Semangat pelayanan yang diwariskan terus menjadi obor yang menyala, menerangi perjalanan gereja dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Terpujilah Tuhan. (mpd)
Editor : Filip Kapantow
#100 Tahun Pemuda GMIM #Sejarah Pemuda GMIM #Jeremia Damongilala