Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

MEP Melenggang Aklamasi, Ketum Bahlil Lahadalia Siap Lantik Nahkoda Baru Golkar Sulut

Baladewa Setlight • Jumat, 10 April 2026 | 20:09 WIB
DIPASTIKAN: Michaela Elsiana Paruntu menjadi satu-satunya calon Ketua DPD Partai Golkar Sulut yang mendaftarkan diri
DIPASTIKAN: Michaela Elsiana Paruntu menjadi satu-satunya calon Ketua DPD Partai Golkar Sulut yang mendaftarkan diri

MANADOPOST.ID — Peta kekuatan politik di tubuh Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) kian mengerucut.

Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI yang akan digelar Sabtu (11/4/2026) di kawasan prestisius Grand Kawanua International City dipastikan hanya akan menghadirkan satu nama, Michaela Elsiana Paruntu (MEP).

Kondisi ini praktis mengunci skenario aklamasi sebuah konsensus politik tanpa rival yang mengantarkan MEP sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulut periode mendatang.

Kepastian itu bukan tanpa dasar. Sebanyak 12 DPD II kabupaten/kota, ditambah unsur organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, telah bulat memberikan dukungan.

Dengan konfigurasi suara tersebut, MEP tidak hanya memenuhi ambang batas minimal 30 persen, tetapi juga mendominasi secara absolut.

Lebih jauh, kehadiran langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menjadi penegas bahwa proses politik ini bukan sekadar formalitas daerah, melainkan momentum strategis konsolidasi nasional.

Ketum Bahlil dijadwalkan melantik langsung MEP sebagai nahkoda baru Golkar Sulut.

Dari sisi regulasi, mekanisme Musda berjalan dalam koridor ketat.

Departemen Bidang Organisasi DPP Partai Golkar, Nurmansyah, menegaskan bahwa seluruh tahapan mengacu pada Pasal 13 Petunjuk Pelaksanaan Musda Nomor 02/2025.

“Pemilik suara itu terdiri dari DPD tingkat II, organisasi pendiri seperti Soksi, Kosgoro, dan MKGR, serta organisasi yang didirikan seperti HWK, AMPI, MDI, Satkar Ulama, dan Al Hidayah. Ditambah sayap partai seperti AMPG dan KPPG, serta pengurus DPD provinsi demisioner,” jelasnya.

Ia memastikan, seluruh unsur tersebut telah terkonsolidasi dalam satu arah dukungan.

“Secara mekanisme hanya satu calon, yakni ibu Michaela Elsiana Paruntu. Dalam Musda nanti tidak ada diskresi atau calon lain. Tinggal verifikasi berkas,” tegas Nurmansyah.

Di sisi lain, MEP tampil percaya diri namun tetap menekankan narasi kolektif. Usai mendaftar, ia menegaskan kesiapannya memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya hadir sebagai bukti kesiapan untuk menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sulut,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan kader.

Ia juga menolak anggapan bahwa pencalonannya didorong ambisi pribadi.

“Saya tidak besar kepala. Ini adalah kepercayaan dari DPD kabupaten/kota yang mendukung saya,” tegasnya.

Dalam proyeksi ke depan, MEP membawa agenda konsolidasi dan penguatan daya saing politik Golkar di Sulut.

“Saya ingin menjadikan Golkar lebih baik, lebih jaya, dan semakin kuat,” katanya.

Menariknya, MEP juga menegaskan garis politiknya akan tetap sinkron dengan kepemimpinan pusat di bawah Bahlil Lahadalia.

Ini menjadi sinyal bahwa harmonisasi vertikal akan menjadi fondasi utama kepemimpinannya.

Namun, ia juga memberi isyarat akan adanya diferensiasi gaya kepemimpinan dibanding era Christiany Eugenia Paruntu (CEP), yang dinilainya telah mencatat capaian signifikan.

“Ada perbedaan generasi, tentu gaya kepemimpinan juga akan berbeda,” pungkas MEP. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#Michaela Elsiana Paruntu #Christiany Eugenia Paruntu #sulawesi utara #Partai Golkar #Musda