Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rosa Tantang Partai Golkar Sulut Percepat Proses PAW Dirinya, Internal Memanas

Baladewa Setlight • Sabtu, 11 April 2026 | 12:36 WIB
MEMANAS: Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Robby Sangkoy saat menanggapi postingan terkait dirinya.
MEMANAS: Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Robby Sangkoy saat menanggapi postingan terkait dirinya.

MANADOPOST.ID - Dinamika internal Partai Golkar di Sulawesi Utara (Sulut) memasuki fase turbulensi yang kian terbuka.

Aroma friksi politik tak lagi bersembunyi di balik rapat-rapat tertutup, melainkan meledak di ruang publik digital.

Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Robby Sangkoy, yang akrab disapa Rosa, secara terbuka melemparkan tantangan kepada kepengurusan baru DPD Partai Golkar Sulut yang dipastikan bakal berada di bawah komando Michaela Elsiana Paruntu (MEP).

Alih-alih meredam riak, Rosa justru memilih memainkan politik frontal sebuah manuver yang mencerminkan keberanian sekaligus sinyal keras terhadap konsolidasi internal partai berlambang beringin itu.

Ia menantang agar proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dirinya dipercepat, sebuah langkah yang lazimnya menjadi “senjata sunyi” elite partai dalam merapikan barisan.

Konstelasi ini tak bisa dilepaskan dari momentum Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Sulut, yang menjadi panggung transisi kepemimpinan pasca era Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Dalam forum tersebut, MEP sebagai calon tunggal yang akan menakhodai Golkar Sulut periode 2026–2031, sebuah situasi yang secara politis mencerminkan aklamasi, namun sekaligus menyimpan potensi resistensi laten dari kader yang tak berada dalam orbit dukungan.

Percikan polemik bermula dari ruang maya. Akun Facebook Clark Jireh mengunggah narasi spekulatif yang menyebut akan adanya penyegaran di daerah pemilihan (Dapil) 1 dan mengaitkan nama Rosa sebagai target PAW.

Narasi ini dengan cepat menjadi bola liar yang memantik respons langsung dari yang bersangkutan.

Namun, alih-alih defensif, Rosa justru merespons dengan nada satir yang sarat makna politis.

“Bilang neh, kaseh cepat itu proses PAW pa Rosa. Hehe,” tulisnya.

Pernyataan singkat itu bukan sekadar gurauan digital. Di balik diksi ringan tersebut, tersimpan pesan politis yang tajam, sebuah tantangan terbuka terhadap otoritas kepemimpinan baru Golkar Sulut.

Pakar Pemerintahan Dr Jhony Lengkong menilai bahwa, anggota DPRD tersebut ingin menguji konsistensi sekaligus keberanian struktur partai dalam mengambil langkah ekstrem terhadap kader yang berbeda haluan.

Langkah anggota DPRD tersebut menurut Lengkong, dapat dibaca sebagai bentuk political defiance, perlawanan terbuka terhadap arus utama kekuasaan partai.

"Dalam banyak kasus, dinamika semacam ini kerap menjadi indikator adanya retakan struktural yang lebih dalam, yang jika tidak dikelola dengan presisi, berpotensi menjelma menjadi konflik horizontal di tubuh partai," imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Lengkong, kepemimpinan MEP kini berada dalam sorotan. Tantangan terbuka dari kader internal menurut Lengkong, bukan hanya soal loyalitas, tetapi juga menjadi ujian awal terhadap gaya kepemimpinan, kapasitas konsolidasi, serta kemampuan merajut kembali kohesi politik yang mungkin mulai terfragmentasi pasca Musda.

"Apakah PAW akan benar-benar dijadikan instrumen disiplin partai? Atau justru Golkar Sulut memilih pendekatan rekonsiliasi untuk meredam gejolak? Nah itu yang akan sangat menarik untuk kita ikuti," sebutnya.

Satu hal yang pasti, menurut Lengkong, episentrum konflik ini telah bergeser dari ruang tertutup ke panggung publik. 

"Dan di era politik digital, setiap pernyataanbahkan yang dibungkus tawa dapat menjadi detonator yang mempercepat eskalasi," kuncinya. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
#Michaela Elsiana Paruntu #Anggota DPRD #paw #Robby Sangkoy #Partai Golkar Sulut