Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin Beri Kuliah Umum di Unsrat Manado, Tekankan Demokrasi Hijau: Pastikan Kesejahteraan Rakyat dan Keadilan Ekologis

Reza Abdilah • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 14:20 WIB
Kuliah umum yang diberikan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin ke mahasiswa Fisip Unsrat Manado
Kuliah umum yang diberikan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin ke mahasiswa Fisip Unsrat Manado

 

MANADOPOST.ID- Mahasiswa dan akademisi Fisip Unsrat Manado mendapatkan ilmu berharga kala Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin berkesempatan memberikan kuliah umum, Rabu (8/4). Berlangsung di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikusumo, serangkai dengan pembukaan Dies Natalis Kampus Orange ke 62 tahun. 

Dengan tema "Green Democracy", Ketua DPD RI nampak langsung berinteraksi dengan mahasiswa. Berdialog aktif memberikan pertanyaan, sembari membagikan ilmu untuk para generasi penerus bangsa kedepan. Yang dihadiri Rektor Prof Berty Sompie, Dekan Fisip Dr Ferry Liando serta Civitas Akademika Kampus Tumou Tou. 

Maka dalam kesempatan ini, Sultan Baktiar Najamudin menegaskan, salah satu tugas dirinya adalah memastikan kondisi daerah berjalan baik. Terlebih untuk kehidupan di kampus. "Tugas kita memang berkeliling ke daerah. Memastikan daerah aman dan baik. Dan saya selalu menyempatkan datang ke kampus," katanya. 

"Sebab datang ke kampus buat saya baik sekali. Untuk memastikan kehidupan kampus berjalan dengan normal. Untuk memastikan bahwa ide dan gagasan harus terus ada. Untuk memastikan bahwa akademik dan dunia pendidikan, kemudian ide gagasan terus dikembangkan di kampus," tambahnya. 

Pun terkait tema yang diangkat, kata Sultan, untuk memastikan demokrasi berjalan baik, terlebih demokrasi hijau. "Dan saat ini kita sedang memperkenalkan dan menguatkan demokrasi hijau. Yang kita perkenalkan dan kita bentuk. Saya mengajak mahasiswa di generasi sekarang dan akan datang, Untuk memastikan dekorasi di bangun, bukan hanya mensejahterakan masyarakat, tapi memastikan keadilan ekologis," ungkapnya. 

Jadi bukan hanya keadilan dan kesejahteraan rakyat, tapi juga keadilan ekologis dan berkelanjutan. "Itu yang paling penting," tegasnya. "Sebab ketika demokrasi di bangun bukan hanya berdasarkan ekstraksi sumber daya alam atau eksploitasi, suatu hari pasti dia akan berdampak. Dan itu yang terjadi sekarang," terangnya 

"Nah, makanya kejadian akhir-akhir ini perlu adanya Early Warning System kedepan, bahwa demokrasi harus kita bangun lebih sejuk, lebih hijau, lebih berkelanjutan dan berkelanjutan," sambungnya. 

Maka dilaksanakan simbolisasi penanaman pohon. "Yang terjadi hari ini, karena peristiwa masa lalu. Yang akan kita tuai adalah apa yang kita tanam hari ini. Maka kita menanam pohon untuk lingkungan, ekologis menanam untuk ilmu pengetahuan berkelanjutan dan menanam kebaikan untuk kita semua," tegasnya lagi.(*) 

Editor : Reza Abdilah
Kuliah Umum Unsrat Manado Sultan B Najamudin Ketua DPD